
Kegiatan Perjanjian Kerjasama Antara Disketapang Kukar Dengan Unikarta (Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG, KutaiRaya.com - Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menjalin kerja sama terkait pendataan lumbung pangan di Kukar.
Kerja sama ini untuk memastikan bahwa lumbung pangan masih aktif dan stok pangan di lumbung tersebut tetap stabil.
Plt Kepala Disketapang Kukar, Ananias, menjelaskan Disketapang membuat perjanjian kerja sama terkait pendataan lumbung pangan masyarakat di Kukar.
Ada pula lumbung yang dibangun dinas-dinas lain pada era bupati sebelumnya, kemudian ada juga lumbung yang dibangun dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari kementerian.
"Nah, itu kita akan data per kecamatan, kondisinya seperti apa. Nanti setelah kita bisa mendapatkan gambaran kondisi lumbungnya, baru kita akan coba untuk melakukan penguatan. Jadi lumbung yang memang siap untuk di-upgrade, kita coba untuk lakukan penguatan. Kita berikan modal kerja dalam bentuk gabah," ucapnya, Senin (6/10/2025).
Kemudian pengurus dan pengelolanya akan dilatih. Selain itu, ada yang merekrut pendamping untuk mendampingi lumbung pangan.
Dan ada bantuan operasional untuk RMU-nya, bahan bakar untuk mesin-mesin akan difasilitasi, termasuk mesin pengemasannya.
Jadi, nanti beras dari lumbung itu bisa langsung dikemas. Pengemasannya, mesinnya, mesin presnya, nanti dibantu, begitu juga untuk uji pangan segarnya.
Jadi berasnya diuji, misalnya untuk kandungan pemutihnya seperti apa, pestisidanya.
Sehingga beras yang dihasilkan oleh lumbung itu betul-betul aman untuk dikonsumsi.
"Untuk melakukan langkah itu, otomatis kita harus mendata lumbung-lumbungnya. Di 2026, lumbung mana yang sudah siap. Kalau infrastrukturnya siap, berarti kita lanjut dengan penguatan lumbung, aktivitas lumbungnya. Jadi kita coba petakan bersama dengan Unikarta, lumbung mana saja yang siap, 2026. Mana yang siap untuk 2027. Karena ini program dedikasi bupati," ujarnya.
Ananias menegaskan, sampai 2029 akan diupayakan lumbung yang ada itu semuanya bisa menjadi badan usaha, lembaga usaha masyarakat yang manfaatnya bisa dirasakan oleh lapisan masyarakat desa dan sekitarnya, bukan hanya pengurusnya atau segelintir orang yang merasakan.
Jadi, lumbung bisa menyerap beras dari masyarakat.Lumbung bisa mengemas, menjual produk-produk dari masyarakat, padi dari masyarakat. Nanti lumbung juga bisa dilibatkan untuk pelaksanaan gerakan pangan murah.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian Unikarta, Sundari menjelaskan, kerja sama ini terkait dengan pendataan lumbung.
Saat ini OPD belum secara detail untuk mengetahui sejauh mana keberadaan lumbung pangan, apa masih bagus.
Kemudian apakah dikelola oleh kelompok tani, desa atau BUMDES. Dan berapa stok bahan pangan yang disimpan di lumbung saat ini, serta penggunaannya seperti apa.
"Sehingga dengan kita melakukan pendataan lumbung, OPD ketahanan pangan akan tahu mana lumbung yang pernah dibangunkan ini dalam kondisi baik, setengah baik ataupun sudah rusak, rusak ringan ataupun rusak berat," katanya.
"Nanti OPD ketahanan pangan ini akan tahu mana yang diprioritaskan dalam pembangunan atau rehat untuk bangunan lumbung," ucapnya. (dri)