
Kondisi Jalan Abul Hasan usai diterapkan sistem satu arah (SSA) oleh Dishub Kota Samarinda, Selasa (07/10/2025).(Foto:Abi/KutaiRaya)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Parkir satu sisi dan parkir dua sisi. Antara memperlancar lalu lintas atau toleransi di wilayah padat ekonomi di Jalan Basuki Rahmat, masyarakat minta ada toleransi sementara waktu.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda telah menetapkan Jalan Abul Hasan menjadi jalan dengan sistem satu arah (SSA). Hal ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.
Hearing pun telah dilaksanakan, antara Dishub Kota Samarinda, maupun masyarakat dan pengusaha di sekitar Jalan Abul Hasan pada minggu lalu. Hasilnya, DRPD Kota Samarinda bersama dengan Dishub, masyarakat dan para pengusaha akan meninjau bersama-sama.
Solusi pun berdatangan, tidak hanya evaluasi, namun juga usulan terhadap sistem perparkiran di wilayah tersebut. Parkir dua sisi, menjadi solusi yang tercetus kan dari Anggota Komisi III DRPD Kota Samarinda, Abdul Rohim.
Menurutnya, sikap toleransi perlu untuk dilakukan diawal masa transisi. Pasalnya, masyarakat mengalami perubahan ahan jalur berkendara, sehingga butuh penyesuaian.
"Kita sudah mengetahui ya, sebenarnya perlu ada toleransi sedikit terkait dengan parkir. Masyarakat ini kan juga ada tujuan disana, entah mau transaksi dalam bentuk apa. Kalau satu arah saja parkirnya itu agak berat menurut saya, apalagi ini masih masa transisi," ucap Abdul Rohim saat dimintai keterangan, Selasa, (07/10/2025) dini hari.
Menurutnya, dengan posisi toko lebih banyak di sebelah kiri jalan (dari perempatan lampu merah Jalan Abul Hasan) tentu akan membuat pengunjung mengambil alternatif parkir di sebelah kanan.
"Tapi tidak permanen ya, sementara saja. Biar pelaku usaha juga memikirkan bagaimana mempersiapkan lahan parkir yang ada," lanjut Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda tersebut.
Tidak hanya sebatas toleransi, dirinya juga berpendapat bahwa langkah tersebut merupakan bentuk dari kebijaksanaan terhadap pelaksanaan SSA. Terutama, pada omset yang didapat oleh pelaku usaha sekitar Jalan Abul Hasan.
"Omset jelas menurun. Kami sudah dengan dari pelaku usaha. Meskipun, kita tahu kalau SSA ini merupakan kepentingan pengguna jalan secara umum," jelasnya.
Dirinya juga meminta, agar nanti jika telah selesai uji coba, Dishub dan DPRD Kota Samarinda dapat melakukan evaluasi bersama, guna menentukan sistem parkir seperti apa yang tepat.
"Kita minta nanti di evaluasi lah. Baiknya bagaimana, sistemnya bagaimana, kalau memang bisa dua arah kenapa tidak, kalaupun tidak ya solusi lainnya bagaimana bagi pelaku usaha," tandasnya. (*Abi)