
Dirut PT. MGRM Efri Novianto.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) memproyeksikan setoran deviden ke Pemkab Kukar mencapai Rp 30 milliar pada 2026 mendatang.
Proyeksi itu diperoleh dari hasil Participacing Interest (PI) 10 persen, yang bersumber atas pembagian Blok Mahakam sekitar Rp 12 milliar atas produksi di 2024 dan Blok Sanga-Sanga dari produksi 2018-2025 sekitar Rp 19 milliar.
Direktur Utama (Dirut) PT. MGRM Efri Novianto megakui, pembagian PI di 2025 ini alami penurunan karena produksi Migas telah melampaui puncak produksi. Meskipun alami penurunan, dipastikan MGRM tetap menyetorkan deviden ke Pemerintah Daerah pada 2026 mendatang atas perolehan di 2025.
"Posisi bisnis di hulu Migas ini mengalami penurunan, tapi kita terus berupaya masih ada waktu sekitar 3 bulan untuk memperoleh pendapatan positif," kata Efri Novianto pada Kutairaya, di PT MGRM, Senin (6/10/2025).
Pihaknya menegaskan, perolehan PI pada 2024 ini sekitar Rp 47 milliar. Tapi yang akan disetorkan ke Pemkab Kukar sekitar Rp 30 milliar. Penyetoran itu atas produksi pada 2024 lalu.
"Kita masih bisa menyetorkan deviden karena hasil produksi minyak pada 2024 yang dijual pada 2025 ini," jelasnya.
"Setoran itu karena polanya tidak serta merta hari ini diproduksi dan hari ini juga terima dana. Tapi untuk mendapatkan dana itu ada beberapa mekanisme," imbuhnya.
Ia menyebutkan, tahapan untuk memperoleh pembagian PI dimulai dari produksi yaitu minyak diangkat dari perut bumi, diolah menjadi minyak matang dan dipasarkan.
"Karena bukan kita yang mengelola hasil produksi itu, maka kita menunggu dari hasil penjualan itu dan dibagikan melalui PI," sebutnya.
Pembagian PI telah diatur oleh Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 31/2016, tentang pembagian PI maksimal 10 persen. Sebagian besar penambang Migas menyepakati memberikan PI kepada BUMD khususnya MGRM sebesar 10 persen.
Adapun tujuan dari pembagian PI ini ialah, untuk memberikan manfaat ekonomi bagi daerah, khususnya dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). (Ary)