
Agenda Bimtek Penyusunan Silabus Mulok.(Foto:ALfiah)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com):Upaya pelestarian budaya lokal di dunia pendidikan terus diperkuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui bimbingan teknis (bimtek) penyusunan silabus. Helatan ini diikuti oleh 113 guru dan kepala sekolah dasar se-Kukar, pada Senin (7/7/2025) di Hotel Grand Fatma.
Berbeda dari pelatihan sebelumnya, kali ini Disdikbud Kukar menggandeng langsung Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur sebagai narasumber utama.
"Narasumbernya kami hadirkan dari Balai Bahasa Provinsi. Kami juga yang mengajukan permohonan ke sana. Jadi silabus disusun oleh tim kami dengan bimbingan mereka," ujar Sub Koordinator Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Disdikbud Kukar, Bahruddin.
Bahruddin menegaskan bahwa penyusunan silabus muatan lokal ini memerlukan ketelitian tinggi, terutama karena Bahasa Kutai memiliki banyak dialek yang berbeda antarwilayah.
Oleh karena itu, keterlibatan ahli bahasa menjadi bagian penting agar silabus yang dihasilkan tidak hanya sesuai dengan konteks lokal, tetapi juga tepat dalam penyampaian.
Setelah pelatihan, Disdikbud Kukar menyiapkan langkah lanjutan melalui sistem pengawasan berjenjang.
"Hasil pelatihan akan kami serahkan ke pengawas untuk dipantau implementasinya di sekolah. Laporan dari pengawas akan kami evaluasi secara berkala," jelasnya.
Pelatihan ini sekaligus menjadi fondasi penerapan kurikulum yang lebih inklusif dan berbasis karakter. Para guru dibekali untuk menyampaikan materi Bahasa Kutai secara sistematis dan kontekstual, sebagai bagian dari visi pembelajaran holistik yang digagas pemerintah daerah.
"Dengan bimtek ini, kami berharap semua guru mampu memberikan pelajaran Bahasa Kutai dengan cara yang tepat dan benar. Karena ini memang sudah menjadi program pemerintah daerah ke depannya," tutupnya. (adv)