• Jum'at, 01 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ekonomi Kaltim dari sektor perkebunan Kelapa Sawit, Rabu (01/10/2025).(Foto: Abi/KutaiRaya)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Luas lahan kelapa sawit di Kaltim terbentang hingga 1,47 Juta Hektar. Namun, produksi Tandan Buah Segar (TBS) turun hingga 18,67 juta ton, Rabu (01/10/2025).

Sektor ekonomi Kaltim pada sub kelapa sawit, terus bergerak dinamis. Tercatat, pada akhir Semptember 2025 ini penurunan terus berlangsung. Berdasarkan penjelasan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Yusniar Juliana, produksi kelapa sawit di tahun 2024 dan 2025, lebih menurun dibanding dengan produksi tahun 2023.

Tercatat, pada tahun 2023, lahan kelapa sawit sebesar 1,33 Juta Hektar dengan produksi 20,71 Juta Ton TBS. Hal ini mengakibatkan berkurangnya produksi hingga 2,04 Juta Ton TBS di Kaltim.

Meskipun mengalami penurunan, Kabupaten Kutai Timur masih memegang produksi TBS. Diketahui, seluas 40 persen atau 41, 57 persen total luas lahan Kelapa Sawit merupakan bagian wilayah produksi Kutai Timur.

"Kutai Timur masih mendominasi, meskipun produksi turun. Untuk Kukar, kontribusi ya seluas 18,46 persen dan Berau 14,92 persen," ucap Yusniar.

Untuk Paser sendiri diangka 14,80 persen, Kutai Barat 6,60 persen serta PPU 3,14 persen.

Yusniar menekankan, jika sektor perkebunan tetap memiliki peran strategi dalam proses terbentuknya ketahanan ekonomi bagi Kaltim.

"Perkebunan ini masih memiliki peran penting dalam putaran roda ekonomi, selain ekonomi ekstraktif ya," lanjutnya.

Untuk itu, dirinya menekankan agar strategi peningkatan produktivitas ekonomi di sektor perkebunan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan fakta lapangan.

"Strategi yang tepat menjadi kunci dari majunya roda ekonomi dari sektor perkebunan di Kaltim." tandasnya. (*Abi)



Pasang Iklan
Top