• Sabtu, 07 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Iustrasi pencabulan anak.(Dok pinterest)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Kasus pencabulan di Tenggarong kembali terjadi. Kali ini, ada 3 terduga pelaku dan 11 korban anak dibawah umur yang terlibat.

Kasus tersebut terungkap pada 6 September 2025 pada sore hari, korban ini bercerita pada orang tua bahwa mengalami kejadian tindakan asusila yang dilakukan oleh terduga pelaku.

Mengetahui cerita tersebut, sontak orang tua korban langsung mengintrograsi terhadap kronologi kejadian dan siapa saja yang terlibat pada kasus itu.

"Dari cerita korban, bahwa kejadian ini tak hanya menimpa anaknya saja. Tapi ada 10 korban lainnya, yang menjadi korban ini 3 perempuan dan 8 laki-laki serta 3 terduga pelaku," kata orang tua korban pada Kutairaya, di Tenggarong, Senin (29/9/2025).

Aksi itu terjadi, setelah diajak menonton video dewasa bersama terduga pelaku. Atas kejadian tersebut, para orang tua korban langsung mendatangi pihak keluarga pelaku, untuk memastikan kejadian itu.

Dengan pendekatan persuasif, akhirnya terduga pelaku mengakui bahwa telah melakukan perbuatan tersebut dengan jumlah total 11 korban.

"Kami keluarga korban sudah melakukan pendekatan terhadap pihak keluarga pelaku, awalnya terduga pelaku tak mengakui, tapi dengan adanya desakan akhirnya mengakui," ucapnya.

Dari peristiwa itu, para orang tua korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar dan Polres Kukar.

"Kami berharap, kasus ini dapat diproses lebih lanjut. Karena terduga pelaku ini masih sekolah dan berkeliaran. Sehingga membuat kekhawatiran para orang tua, khususnya terhadap keamanan anak-anak," harapnya.

Menanggapi hal itu, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kukar Iptu Irma Ikawati, membenarkan adanya laporan kasus tersebut ke Polres Kukar. Laporan itu telah ditindaklanjuti dan saat ini tengah proses penyelidikan.

"Kami sudah mendatangi Tempat kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan, terkait laporan tersebut," sebut Irma Ikawati.

Pihaknya menegaskan, belum bisa memberikan keterangan secara detail terhadap perkembangan kasus tersebut, karena ini menyangkut psikolog anak, baik itu dari korban maupun terduga pelaku.

"Ditunggu saja masih dalam penyelidikan, masih pengumpulan saksi dan alat bukti lainnya," tegasnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya para orang tua, untuk dapat lebih waspada mengawasi anak-anaknya dalam pergaulan. Jangan sampai anak-anak salah pergaulan, terlebih saat ini era digital. (Ary)



Pasang Iklan
Top