• Sabtu, 07 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



‎‎Potret transaksi ekonomi berbasis digital, Jumat (26/09/2025).(Foto:Abi/KutaiRaya)


‎SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Laju ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) pada triwulan kedua tahun 2025 menunjukkan sinyal pergeseran signifikan. ‎Meskipun tumbuh menjadi 4,69% pada kuartal ke-II tahun 2025, peningkatan ini didorong oleh sektor-sektor baru, sementara pilar ekonomi ekstraktif justru cenderung melambat, meskipun dominasi tetap berada di sektor ekonomi ekstraktif.

‎Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim mengonfirmasi adanya kenaikan dari 4,08% di kuartal sebelumnya. Namun, pertumbuhan ini masih berada di bawah angka rata-rata nasional 5,12% dan regional Kalimantan 4,95%.

‎“Kami bersyukur ekonomi Kaltim naik, tapi kami juga akan terus berupaya mengoptimalkan peran kami untuk mendorong peningkatan,” ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltim, Budi Widihartanti kepada redaksi KutaiRaya.com, Jumat (26/9/2025).

‎Meskipun demikian, Kaltim tetap menjadi kekuatan ekonomi utama di Kalimantan, menyumbang 46,58% dari total perekonomian di pulau ini.

‎Kinerja ekonomi positif Kaltim utamanya ditopang oleh sektor industri pengolahan dan pertanian.

‎Subsektor perkebunan kelapa sawit menunjukkan performa kuat, sementara hortikultura dan kehutanan juga berkontribusi berkat musim panen dan permintaan produk olahan kayu.

‎Namun, tidak semua sektor bernasib sama. Pertambangan, yang selama ini menjadi tulang punggung dengan pangsa 34,11%, justru mengalami penurunan. Hal ini dipicu oleh lemahnya permintaan global terhadap batu bara dan transisi energi global.

‎Sektor konstruksi juga melambat, salah satunya karena terbatasnya progres pembangunan fisik Ibu Kota Negara (IKN).

‎Menyadari tantangan ini, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud secara aktif mempromosikan diversifikasi ekonomi.

‎Dalam acara Gala Dinner Business Cooperation 2025 di Jakarta, Kamis (25/9/2025) kemarin, Rudy menawarkan berbagai peluang investasi di luar sektor pertambangan, seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata.

‎Di hadapan para duta besar dan investor internasional, Rudy menegaskan bahwa Kaltim berkomitmen penuh untuk melepaskan ketergantungan pada sumber daya alam.

‎Ia menyebut, posisi strategis dan stabilitas daerah menjadikan Kaltim siap menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

‎“Kami mengundang para investor untuk melihat langsung peluang yang ada,” tandas Rudy. (*Abi)



Pasang Iklan
Top