• Jum'at, 01 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Pelaksanaan Olahraga tradisional Sumpit di Halaman Parkir Jembatan Repo-repo. (Foto: Achmad Nizar/Kutairaya)


TENGGARONG,(KutaiRaya.com) : Bagian dari rangkaian Erau Adat Kutai 2025 di Kukar, saat ini digelar lomba olahraga tradisional yang selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Tahun ini, 1.150 peserta turut berpartisipasi dalam perlombaan Olahraga Tradisional, hal ini menunjukkan antusias yang luar biasa.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar Aji Ali Husni mengatakan, lomba ini mempertandingkan empat cabang olahraga seperti berlogo, menyumpit, ketapel dan begasing.

"Alhamdulillah, hari ini kami kembali memfasilitasi pelaksanaan olahraga tradisional yang memang rutin kami gelar setiap tahun untuk memeriahkan Erau," ujar Aji Ali Husni pada Kutairaya.com, di halaman parkir Jembatan Repo-Repo, Kelurahan Timbau, Rabu (24/9/2025).

Ia menyampaikan, meskipun hanya empat jenis lomba yang dilaksanakan tahun ini, jumlah peserta tetap tinggi, bahkan, kehadiran peserta bukan hanya dari Kukar dan Kalimantan Timur saja, tapi ada juga dari Kalimantan Utara.

"Tadi kita lihat sendiri, saat penyerahan hadiah menyumpit, banyak pemenangnya berasal dari Malinau, Kaltara. Ini sebagai bukti bahwa kegiatan ini ditunggu-tunggu dan mendapat perhatian luas, terutama dari para penggiat olahraga tradisional," ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, olahraga tradisional ini terbuka untuk semua kalangan usia, tidak hanya anak sekolah melainkan masyarakat umum.

"Kita tidak membatasi usia, semua boleh ikut, karena olahraga tradisional ini lahir dari masyarakat, dan tujuannya untuk mempererat kebersamaan, harapan kami, semua peserta bisa mengikuti kegiatan ini dengan semangat kekeluargaan dan sportivitas," tambahnya.

Meski pelaksanaan tahun ini lebih sederhana dibanding sebelumnya karena keterbatasan anggaran, tetap berkomitmen menyelenggarakan kegiatan ini secara rutin, sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus ajang pembinaan.

"Kegiatan ini bisa menjadi tolak ukur sejauh mana pembinaan olahraga tradisional di berbagai daerah, ini kesempatan bagus bagi para penggiat olahraga tradisional untuk unjuk kemampuannya," paparnya.

Sementara itu, salah satu peserta lomba menyumpit Robin yang berasal dari Desa Budaya Pampang, Kecamatan Samarinda Utara, mengaku sangat mendukung dengan adanya kegiatan ini.

"Sangat bagus ya, karena ini bentuk pelestarian budaya sumpit khas Kalimantan, dan juga generasi berikutnya bisa belajar dan mengenal sumpit yang diwariskan turun temurun, saya sendiri baru menekuni sumpit sekitar 3-4 tahun," papar Robin.

Ia berharap, lomba seperti ini terus digelar agar olahraga tradisional sumpit bisa berkembang lebih luas.

"Harapannya, sumpit tetap berkembang, bisa mencetak juara-juara baru, dan jadi ajang silaturahmi bagi kami para pecinta sumpit," harapnya. (*zar)



Pasang Iklan
Top