• Selasa, 21 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Bupati Kukar Aulia Rahman Basri.(Andri wahyudi/kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Program RT-KU Terbaik dengan anggaran Rp 150 juta per RT dipastikan tetap berjalan pada tahun 2026. Saat ini Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara tengah melakukan penguatan regulasi program tersebut.

Hal ini disampaikan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri Selasa (16/9/2025).

Bupati Aulia menegaskan program ini, memerlukan anggaran sekitar Rp 450 miliar.

"Kita akan menyelesaikan konsep dan regulasinya diakhir tahun ini. Kami juga memastikan dalam program ini tidak terjadi tumpang tindih tanggung jawab. Karena ada beberapa kegiatan RT itu seolah-olah ingin mentake over kegiatan yang ada di Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), dan itu salah," tegasnya.

Jadi benar-benar program yang ada di RT ini program yang dibuat untuk mengatasi permasalahan ketahanan sosial dan ketahanan pangan.

Misalnya kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan, ibu-ibu sholawatan, akan di support. Terus habis itu warga yang merencanakan bagaimana pembangunan di RT-nya.

"Yang saya selalu sebut bahwa program RT KU Terbaik ini program tembak di kepala. Jadi program tepat di kepala, ketika di RT itu ada warga miskin akan diselesaikan warga miskinnya disana dengan program Rp 150 juta. Begitu juga ketika ada anak rentan atau terancam gizi buruk, akan diselesaikan," jelasnya.

Pada tahap awal konsepnya program RT Ku Terbaik adalah penguatan data baseline data. Dan diharapkan RT bisa siap berkolaborasi dan mendukung program ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar Arianto mengatakan bahwa untuk program RT KU Terbaik kedepan akan dilihat prioritas atau kebutuhan di masing-masing RT. Terutama yang bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat seperti pemberdayaan, pendidikan, ketahanan pangan dan pendidikan.

"Harapan kami program ini bisa lebih baik lagi dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pembangunan di wilayahnya," pungkasnya. (dri)



Pasang Iklan
Top