• Jum'at, 01 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Lukman Ketua KORMI Kukar Periode Sebelumnya.(Foto:Achmad Nizar/Kutairaya)


TENGGARONG, (Kutairaya.com): Lukman memastikan dirinya siap kembali mencalonkan sebagai Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kukar untuk periode mendatang.

Sebelumnya, ia telah menjabat sebagai Ketua KORMI Kukar sejak tahun 2020 dan memimpin organisasi tersebut melalui masa transisi dari FORMI ke KORMI. FORMI adalah Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia.

"Kenapa saya mencalonkan kembali, kita melihat bahwa potensi-potensi yang ada di KORMI itu sangat besar. Nah misalkan selama ini, selama 5 tahun atau 4 tahun lebih ini, kita melihat bahwa perkembangan KORMI di Kukar itu sudah cukup signifikan, makanya kita ingin melihat dari yang ada itu, kita ingin meningkatkan partisipasi masyarakat," ungkap Lukman pada Kutairaya.com di Tenggarong, Selasa (16/9/2025).

Ia menjelaskan, bahwa KORMI merupakan wadah pembinaan olahraga masyarakat yang mencakup dari olahraga kesehatan dan kebugaran, tantangan dan petualangan, serta olahraga tradisional. Ketiga jenis olahraga ini berada dibawa naungan KORMI.

"Olahraga masyarakat itu tidak hanya sekadar aktivitas fisik, tapi juga budaya dan rekreasi yang dilakukan rutin demi kesehatan dan kebugaran. Sebagai informasi, Induk Organisasi Olahraga (Inorga) di Indonesia ada 94, lalu turun ke Provinsi menjadi 40 kemudian di Kukar ada sekitar 28 Inorga," jelasnya.

Selama memimpin, ia juga telah membawa KORMI Kukar untuk berpartisipasi dalam ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) seperti di Palembang (2022), Bandung (2023) dan Lombok (2025).

Peserta dari Kukar pun terus hadir atau ikut serta untuk mewakili berbagai Inorga di Kukar maupun di Kaltim.

"Alhamdulillah meski anggaran terbatas, kami bisa berangkatkan 40 pegiat ke ajang FORNAS di Lombok tahun ini, untuk hasil, pastinya membanggakan, karena memang dari segi prestasi sudah meningkat secara signifikan," paparnya.

Dalam rencananya kedepan, ia menegaskan, pentingnya peningkatan partisipasi masyarakat di semua lini, mulai dari kota hingga desa. Ia menyebutkan, saat ini KORMI sudah memiliki koordinator wilayah (Korwil) di 20 Kecamatan se Kukar.

"Kita ingin olahraga masyarakat ini benar-benar dirasakan hingga ke pelosok, jangan hanya ramai di pusat kabupaten saja," tegasnya.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya pembinaan berkelanjutan. Ia mengaku, memang banyak pegiat kesulitan mencari tempat latihan karena keterbatasan sarana dan prasarana.

"Kalau KONI punya gedung olahraga, kita di KORMI belum punya. Ini yang ingin kita perjuangkan agar pemerintah daerah bisa membantu," ujarnya.

Ia mengatakan, untuk pengembangan olahraga masyarakat tidak hanya tanggung jawab Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) saja, tetapi juga dinas lainnya seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Pariwisata.

"KORMI itu luas, kebugaran itu masuk ranah Dinas Kesehatan, olahraga tradisional bisa disinergikan dengan budaya dan pariwisata, jadi perlu keterlibatan semua pihak," katanya.

Tak hanya soal olahraga, Lukman juga melihat KORMI sebagai sarana penggerak ekonomi seperti UMKM. Di setiap kegiatan KORMI, terdapat UMKM yang dilibatkan sebagai bagian dari acara.

"Setiap kegiatan KORMI selalu ada UMKM, ini bukan hanya soal sehat, tapi juga berdampak ekonomi, oleh karena itu, transparansi dan kegiatan wajib kita jaga," imbuhnya.

Ia juga mengaku, bahwa sejauh ini pegiat olahraga masyarakat belum mendapatkan apresiasi yang setara dengan atlet KONI, terutama dalam bentuk penghargaan atau bonus.

"Selama ini kita hanya bisa beri tali asih, belum ada bonus resmi, kita berharap ke depan, ada kebijakan setara seperti atlet KONI," harapnya.

Ia menambahkan, bahwa keinginannya untuk kembali memimpin KORMI Kukar bukan karena ambisi pribadi, melainkan karena masih banyak hal yang ingin dibenahi dan dikembangkan.

"Saya ingin memastikan bahwa olahraga masyarakat bisa berkembang pesat, bermanfaat, untuk semua warga Kukar," tukasnya. (*zar)



Pasang Iklan
Top