
Bangunan Gedung Inspektorat Daerah Kukar.(Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Pembangunan Gedung Inspektorat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali dilanjutkan pada 2025 ini, dengan anggaran Rp.5,4 miliar.
Sedangkan tahun lalu dialokasikan anggaran APBD Kukar senilai Rp 19,4 miliar, namun belum rampung.
Kepala Inspektorat Kabupaten Kukar, Heriansyah menjelaskan pembangunan gedung masuk dalam tahap review, tapi dalam minggu ini sudah Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) dan penandatanganan kontrak.
"Sudah selesai review oleh PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dan tim jadi di situ ada juga melibatkan kerja sama ULP (Unit Layanan Pengadaan) dan Kejaksaan Negeri Kukar," jelas Heriansyah, Selasa (16/9/2025).
Ia mengatakan bangunan ini nantinya akan digunakan untuk memperkuat peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang menjadi salah satu fokus pencegahan korupsi melalui Monitoring Center for Prevention KPK, khususnya untuk melayani 237 desa dan kelurahan, 58 OPD, 25 BLUD, dan juga untuk menggelar rapat koordinasi.
Karena selama ini Inspektorat mengalami keterbatasan, terutama area parkir yang masih terbatas.
"Gedung ini terdiri 3 lantai full dan setengah itu ada, sebenarnya 4 lantai, tapi satu itu yang setengah, yang di belakang. Dan bangunan depan itu yang nanti akan kita jadikan tempat parkir. Dan itu setara dengan bangunan sebelah ini, planetarium dan keraton," katanya.
Ia menyebutkan pembangunan tahun ini dialokasikan sekitar Rp 5,4 miliar. Sementara itu anggaran Rp 19,4 miliar yang dialokasikan di 2024 hanya cukup untuk pembangunan atap dan dinding bangunan.
Jika dibandingkan dengan standar harga umum, menurut Heri, harga tersebut relatif murah untuk pembangunan gedung 4 lantai.
"Dan tahun ini kita melanjutkan bangunan yang belum rampung, kita bertanggung jawab, karena harus diselesaikan sesuai perencana awal," ujarnya.
Target penyelesaiannya direncanakan tahun depan. "Kalau memang dari sisi anggarannya itu mencukupi. Tapi, tahun ini pun, kalau misalnya selesai satu lantai, dengan anggaran yang ada itu, direncanakan kalau selesai itu, di lantai ini, lantai 2-nya. Kelanjutan itu, ya, sudah kita masukkan dalam Renja, namun dilakukan proses verifikasi dan asistensi lagi oleh TAPD. Ini sesuai kemampuan keuangan daerah kita yang lagi defisit," katanya.
Ia berharap bangunan ini nanti dapat menjadikan Kukar sejahtera dan berbudaya, serta terwujud Tenggarong ini sebagai kota yang memiliki identitas budaya, khususnya dari arsitekturnya. (dri)