
Plt Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto.(Foto: Dev/Kutairaya)
TENGGARONG (Kutairaya.com) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Putri Karang Melenu (PKM) menyerahkan 102 ijazah kesetaraan untuk program Paket A, B, dan C di Loa Kulu Kota, Senin (8/9/2025).
Acara penyerahan ijazah ini dihadiri Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri dan sejumlah pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan dan Budaya (Disdikbud) Kukar.
Hal itu merupakan wujud akselerasi dalam meningkatkan akses pendidikan bagi warga Kukar. Dalam kegiatan ini, PKBM juga berkerja sama dengan Badan Usaha.
Kegiatan penyerahan ijazah ini juga berkolaborasi dengan pihak swasta, yakni PT Multi Harapan Utama (MHU), sebagai bentuk dukungan dunia usaha terhadap operasionalisasi program pendidikan kesetaraan tersebut.
"Ini adalah bagian dari akselerasi kita untuk meningkatkan akses pendidikan terhadap warga masyarakat," ujar Aulia.
Menurutnya, kolaborasi antara PKBM, dunia usaha, dan masyarakat sejalan dengan visi Kukar Idaman Terbaik, khususnya dalam meningkatkan layanan pendidikan dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Kami melihat ini bisa menjadi model bagi badan usaha lainnya, bagaimana peran mereka bisa ikut serta memperkuat SDM masyarakat di sekitar perusahaan,” lanjutnya.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan pendidikan masyarakat, yang masih menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan SDM di Kukar.
“Kalau mereka memberikan pelayanan yang baik, maka masyarakat akan menilai bahwa pemerintahan kita ramah dan melayani. Namun sebaliknya, pelayanan yang tidak baik akan berdampak pada citra buruk pemerintah secara keseluruhan,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Pemkab Kukar juga mendukung gerakan peningkatan gizi melalui program Gerakan Minum Susu Bergizi untuk balita dan lansia melalui pemberian MBG Plus (Makanan Bergizi Plus).
“Ketika gizi anak-anak terpenuhi, maka akan lebih mudah bagi kita untuk meningkatkan kecerdasan dan kualitas generasi penerus,” tutur Aulia.
Plt Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto menambahkan PKBM ini menjadi salah satu lembaga pendidikan nonformal yang dibentuk, dikelola, dan didanai oleh masyarakat untuk memberikan akses pembelajaran dan meningkatkan keterampilan warga bagi yang tidak dapat mengikuti pendidikan formal.
Kerja sama yang dilakukan PKBM idan PT. MHU ini sudah berjalan sejak tahun 2019 dan memiliki sinergi yang luar biasa.
Sebanyak 100 orang sudah berhasil lulus dari program kerja sama ini.
“Harapannya ke depan semoga program kerja sama ini berjalan lancar terus mudah-mudahan dengan kerja sama ini ada sinergi dalam pembiayaan maupun sinergi dalam keadaan fasilitas,” ucapnya.
Kerja sama ini tentu membantu para masyarakat dalam dunia pendidikan yang terputus sekolah di Kukar.
Hal ini diupayakan agar warga Kukar bisa melanjutkan pendidikannya melalui program kesetaraan paket A,B dan C.
“Jadi kita di tahun-tahun terakhir sangat masif sekali diantaranya adalah dengan memberikan bantuan operasional kepada satuan pendidikan dari pemerintah Kukar,” tegasnya.
Dengan adanya kerja sama ini juga akan membuat Boskap Afirmasi untuk memberikan subisidi terkait pembelian dan pembiayaan bagi honor dan tutor-tutornya.
Kegiatan keterampilan ini dibentuk untuk menyokong lulusan dari Paket A, B dan C ini sehingga setelah lulus mereka sudah mandiri.
“Hal-hal lain kita juga memberikan dorongan untuk meningkatkan kompetensi daripada tutor-tutornya, pengajarnya agar kompetensinya baik, bisa menyesuaikan dengan pembelajaran yang ada di pendidikan kesetaraan,” ujarnya.
“Di Kukar sendiri ada 19 PKBM dan 11 SKB, total nonformal ada 30 yang ada di Kukar,” katanya.
Program ini dilakukan karena tingginya angka putus sekolah di Kukar, sedangkan penekanan terhadap mereka yang putus sekolah ini pemerintah bekerja sama dengan lingkungan pemerintah daerah dan di luar pemerintah daerah, seperti Kemenag yang ada di desa dan kecamatan Kukar.
“Kita ajak bareng untuk bersinergi dalam pengentasan putus sekolah mulai dari verifikasi kemudian edukasi sampai dengan rekrutmen mereka masuk ke pendidikan nonformal ini,” ujarnya. (Dev/Adv)