• Selasa, 05 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Disdikbud Kutai Kartanegara



Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo saat foto bersama dengan para peserta.(Devi/Kutairaya)


TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, sejak 4-6 September 2025, berlangsung sukses.

Pada tahap penyisihan lomba dilangsungkan di aula Disdikbud Kukar, dan finalnya digelar di Hotel Grand Elty Tenggarong, Sabtu (6/9/2025). Lomba tersebut mempertandingkan kategori lomba puisi, tingkilan dan tarsul yang diikuti ratusan peserta baik tingkat SD dan SMP se Kukar.

"Rangkaian dari kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu tahun 2025 sudah kita laksanakan dan alhamdulillah berjalan sukses," kata Puji Utomo, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar.

Ia menyampaikan bahwa tujuan dari Festival Tunas Bahasa Ibu adalah untuk melestarikan budaya bahasa ibu yang kini semakin mengalami kemunduran.

Berdasarkan informasi yang diterima dari hari ke hari, kelestarian bahasa ibu sangat mengkhawatirkan. Melalui kegiatan FTBI, diharapkan dapat menjadi salah satu upaya konkret dalam menjaga eksistensi bahasa daerah, khususnya di kalangan generasi muda, seperti para pelajar di sekolah.

"Alhamdulillah, ini adalah agenda dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Mereka memprogramkan kegiatan FTBI ini dari tingkat kabupaten dan kota, kemudian berlanjut ke tingkat provinsi, dan tingkat nasional," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa FTBI yang diselenggarakan secara nasiosnal di Jakarta bukan lagi berupa perlombaan, melainkan hanya sebagai ajang penampilan atau apresiasi. Hal ini bertujuan untuk menampilkan hasil terbaik dari berbagai daerah sebagai bentuk penghargaan terhadap keberagaman bahasa daerah di Indonesia.

Ia juga menyoroti tantangan besar di era media sosial saat ini, di mana arus budaya asing begitu kuat mempengaruhi generasi muda.

"Dari gempuran-gempuran budaya luar yang kita terima, dalam sehari bisa ada satu bahasa daerah yang berkurang penuturnya, bahkan ada yang punah. Maka dari itu, dengan adanya FTBI ini kami berharap generasi muda bisa lebih peduli dengan budaya bangsanya sendiri," tegasnya.

Ia pun memberikan pesan kepada para peserta FTBI, baik yang berhasil mencapai grand final maupun yang belum. "Kami harapkan peserta yang tidak sampai grand final jangan berkecil hati. Kalian semua sudah tampil dengan sangat bagus. Mereka yang mengikuti FTBI ini berarti telah turut melestarikan bahasa ibu mereka," tuturnya.

"Kemudian kepada teman-teman yang berada di grand final dan berhasil menjadi juara, agar tidak cepat berpuas diri," tambahnya.

Para juara ini diharapkan dapat terus mengembangkan potensi mereka dalam menjaga dan melestarikan bahasa ibu serta menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk mencintai budaya daerah.

Berikut Daftar Juara FTBI 2025 Tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara:

Cabang Puisi (Tingkat SD):
Juara 1: Novita Rayana M. (SD 035 Tenggarong)
Juara 2: Ahmad Asbullah (SD 008 Tenggarong)
Juara 3: Deyana Rinda (SD 003 Tenggarong)

Cabang Tarsul (Tingkat SMP):
Juara 1: Fitri Rahmawati (SMP 3 Tenggarong)
Juara 2: Qira Asiva (SMP 1 Sebulu)
Juara 3: Muh. Rafi (SMP 1 Mahakam)

Cabang Fingkilan (Tingkat SD):
Juara 1: Nur Aulia (SD 03 Loa Janan)
Juara 2: Plagata Gafira (SD Muhammadiyah Tenggarong)
Juara 3: Sayaid Rehan Algibran (SD 02 Tenggarong) (*dev)



Pasang Iklan
Top