
Sekretaris Squash Kukar Rio Faresi.(Foto:Squash Kukar)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Squash Kukar terus berupaya melahirkan atlet-atlet berbakat yang mampu bersaing di level provinsi hingga nasional melalui pembinaan sejak usia dini.
Sekretaris Squash Kukar sekaligus Kepala Pelatih Urang Squash Club (USC) Rio Faresi mengatakan, pembinaan atlet usia dini dilakukan melalui dua klub di Kukar yaitu KSC (Kutai Squash Club) dan USC.
"Kami memang fokus membina sejak usia dini, tapi melalui klub-klub, Squash Kukar saat ini terdiri dari dua klub KSC dan USC. Ada juga Atlet kami yang berlatih di SKOI Kaltim masing-masing punya program pembinaan jangka panjang," ujar Rio pada Kutairaya.com melalui via telepon Sabtu, (16/8/2025).
Program pembinaan usia dini dirancang secara bertahap, dan dimulai dari usia 8 tahun hingga 17 tahun. Dalam masa itu, para atlet ditargetkan sudah mampu meraih prestasi di tingkat daerah, provinsi maupun nasional.
"Periodesasi latihan dimulai sejak usia 8 tahun, dan kami menargetkan atlet bisa juara di level tinggi," tambahnya.
Latihan awal yang diberikan seperti pengenalan teknik dasar squash, seperti cara memegang raket, teknik pukulan, serta latihan fisik dasar seperti jogging.
Ia menuturkan, di tahun 2025 ini Squash Kukar menunjukkan hasil dari pembinaan tersebut dengan prestasi yang gemilang. Di ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) pada bulan Juni lalu, Squash Kukar berhasil meraih total 16 medali, diantaranya 3 medali emas.
"16 medali, terdiri dari 3 medali emas, 4 perak, 5 perunggu, serta juara 1 Plate dan 3 orang juara 2 Plate," sebutnya.
Tak hanya itu, di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Bekasi, atlet dari Squash Kukar berhasil meraih 2 perunggu di usia 11 tahun dan 17 tahun.
"Ini semua berkat kerja keras Pelatih dan Atlet yang disiplin dalam menjalankan program latihan," imbuhnya.
Saat ini lanjutnya, Squash Kukar memiliki sekitar 17 atlet aktif, dari total sekitar 30-35 pemain yang tercatat, latihan rutin dilakukan di lapangan Squash yang terletak di Stadion Rondong Demang, di sebelah gedung PBSI Kukar.
"Harapan kami cabang olahraga Squash lebih dikenal di seluruh kalangan masyarakat Kutai Kartanegara dan Atlet Squash kita selalu memberikan prestasi yang terbaik untuk Kutai Kartanegara bahkan Indonesia," tuturnya.
Ia mengaku, dukungan Pemkab Kukar melalui Dispora Kukar cukup membantu, khususnya dalam penyediaan fasilitas lapangan, tapii untuk dukungan dana atau persiapan menjelang event, ia menyebut masih terbatas karena kondisi anggaran daerah yang saat ini belum stabil.
"Alhamdulillah fasilitas sudah ada, tapi kalau untuk kejuaraan, saat ini kami masih berjuang sendiri, tapi kami tetap bersyukur," katanya.
Salah satu contoh hasil pembinaan sejak dini adalah Refky Pramudya Aulia Dinata, atlet Squash Kukar yang mulai bermain sejak tahun 2010. Ia mengaku, mendapat banyak pengalaman dan pembinaan teknik dasar saat awal bergabung.
"Dari awal masuk itu saya diberikan materi dulu seperti cara memegang raket, cara pukul, dan teknik lainnya, kalo program pembinaannya sangat bagus," ujarnya.
Refky juga pernah meraih medali perunggu di ajang Kejurnas saat duduk di bangku SMP, dan Ia berharap, Squash Kukar bisa terus melahirkan atlet-atlet baru yang bisa melanjutkan prestasi.
"Harapan saya kedepan semoga ada regenerasi terus, semoga Squash Kukar makin maju lah, untuk tahun ini prestasi belum ada karena saya ini termasuk atlet senior, dan dalam waktu dekat ini saya akan mengikuti kejuaraan Jakarta Open 2025," tutupnya. (*zar)