
Plt Sekretaris Disdikbud Kukar Pujianto.(Achmad Nizar/Kutairaya)
TENGGARONG, (Kutairaya.com): Plt Sekretaris Disdikbud Kukar Pujianto mengatakan, program bantuan seragam gratis sekolah akan direaliasasikan tahun ini. Disdikbud Kukar masih menunggu regulasi Peraturan Bupati (Perbub).
"Saat ini kami sedang menunggu Peraturan Bupati ditandatangani oleh Bupati , setelah itu Surat Keputusan (SK) penerima bantuan akan ditetapkan, dan bantuan bisa langsung direalisasikan ke sekolah sekolah," ucapnya, kepada Kutairaya.com, Kamis (14/8/2025).
Terkait nilai bantuan seragam gratis, ia menyebutkan untuk siswa PAUD dialokasikan Rp1,2 juta per siswa,tingkat Sekolah Dasar (SD) Rp1,5juta, dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) senilai Rp1,8 juta.
Lebih lanjut ia menyampaikan program seragam gratis tetap menjadi prioritas meski ada efisiensi anggaran di Disdikbud Kukar sebanyak 4 kali.
"Kalo efisiensi anggaran terkait program ini Insya Allah tidak pengaruh, jadi tetap menjadi prioritas, kalau secara umum berdampak banget efisiensi anggaran, karena cukup lumayan yang harus kita efisiensikan," sebutnya.
Ia berharap program ini bisa benar benar membantu meringankan beban orang tua siswa.
"Program seragam gratis adalah salah satu visi dari Bupati Kukar, ini bisa meringankan beban masyarakat, "katanya.
Sementara itu Kepala SDN 018 Tenggarong Saida Hafina menyampaikan antusias dan harapannya terhadap program ini. "Kami dari pihak sekolah menyambut baik dan sangat senang dengan adanya bantuan seragam gratis ini, inii menunjukkan perhatian khusus dari pemerintah terhadap kebutuhan siswa," ujar Saida pada Kutairaya.com, Kamis (14/8/2025)
Namun ia mengatakann untuk bantuan tersebut hingga saat ini belum terealisasikan. "Sambil menunggu realisasi, kami tetap sangat mengapresiasi pada pemerintah, tapi orang tua siswa juga banyak yang menanyakan kapan bisa menerima seragam tersebut," tambahnya.
Ia menyebutkan untuk saat ini SDN 018 memiliki 84 siswa baru dari total keseluruhan 541 siswa."Kalau bicara masalah dampak, pastinya dampaknya sangat positif terutama bagi beberapa orang tua yang terkendala oleh biaya, misalkan ada anak dari mereka yang tidak mau sekolah karena biaya, nah ini salah satunya untuk mengatasi kendala tersebut, " jelasnya.
Ia berharap, bantuan ini bisa segera direalisasikan dan berkelanjutan setiap tahun. "Harapan kami ini bukan hanya program sekali saja, tapi akan terus ada untuk tahun berikutnya, supaya bisa benar benar meringankan beban masyarakat dan mengurangi angka putus sekolah, " tutupnya. (*zar/adv)