• Jum'at, 20 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Disdikbud Kutai Kartanegara



Perpustakaan SMP Negeri 3 Tenggarong.(Achmad Nizar/Kutairaya)


TENGGARONG,(Kutairaya.com): SMP Negeri (SMPN) 3 Tenggarong berhasil masuk tiga besar dalam lomba perpustakaann tingkat Provinsi Kalimantan Timur, tahun 2025.

Kepala SMP Negeri 3 Tenggarong Sariyani mengungkapkan, awalnya tidak menyangka sekolahnya bisa masuk dalam tiga besar lomba perpustakaan.

"Kami berada di posisi tiga besar bersama SMP 5 Penajam Pasir Utara, dan SMP 3 Berau, kamii akan bersaing dengan dua sekolah ini untuk meraih juara pertama, kami diinformasikan bahwa kita menjadi tiga besar dari seminggu yang lalu," ujar Sariyani pada Kutairaya.com, disela sela kegiatan di SMP Negeri 3 Tenggarong, Senin (11/8/2025).

Menurutnya, SMP Negeri 3 Tenggarong tidak banyak melakukan persiapan, karena semua kegiatan yang dinilai dalam lomba ini sudah dilakukan setiap hari di sekolah oleh siswanya."Kami sudah mempresentasikan semua yang ada di perpustakaan kami, dan tinggal menunggu hasilnya," jelasnya.

Salah satu keunggulaann SMP Negeri 3 Tenggarong yang membuatnya menarik perhatian dewan juri adalah penggunaan teknologi digital di perpustakaan.

Selain itu inovasi yang ada SMP Negeri 3 Tenggarong seperti lorong literasi galeri, dan zona berbeda dalam perpustakaan yang mengakomodasi siswa dengan jumlah 1007 siswa."Karena kami memiliki 1007 siswa, perpustakaan saja tidak cukup, jadi kami menciptakan zona zona yang memadai untuk mereka," tambahnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, SMP Negeri 3 Tenggarong mengalahkan 10 kabupaten di Kaltim berkat kegiatan podcast yang menjadi pusat kegiatan literasi di SMPN 3 Tenggarong."Kami memiliki podcast yang aktif sebagai media pengembangan literasi di sekolah," sebutnya.

Sementara itu Kabid SMP Disdikbud Kukar Emy Rosana Saleh mengatakan, lomba ini bukan penilaian akreditasi, melainkan lomba tahunan yang diadakan oleh Dinas Perpustakaan Provinsi secara rutin.

"SMP Negeri 3 Tenggarong berhasil masuk tiga besar di tingkat provinsi, ini merupakan pencapaian luar biasa," ujarnya.

Ia menjelaskan penilaian dimulai dari berbagai aspek, mulai dari infrastruktur perpustakaan, pengembangan SDM guru, hingga bagaimana sekolah mengembangkan literasi di lingkungan sekolah, kemudian prestasi siswa dan guru dalam bidang literasi

"Yang dinilai bukan hanya siswa, tetapi juga seluruh sistem yang ada di sekolah, termasuk SDM, infrastruktur, dan keterlibatan semua pihak dalam memajukan literasi di sekolah," pungkasnya.

Salah satu keunggulan yang diangkat dari SMPN 3 Tenggarong adalah literasi digitalnya.

Untuk literasi digital di SMPN 3 Tenggarong sangat luar biasa," lanjutnya. (*zar)



Pasang Iklan
Top