
Kondisi Retakan Tanah di Desa Kota Bangun Ulu.(Dok.Pemdes Kota Bangun Ulu)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Tanah amblas kembali terjadi di Desa Kota Bangun Ulu, Kecamatan Kota Bangun, RT 012, RT 014 dan RT 015, pada Selasa (5/8/2025) lalu membuat warga cemas. Pergeseran tanah mulai menjadi perhatian warga dan pemerintah desa karena berpotensi mengancam keselamatan jalan beton, rumah warga, dan fasilitas umum di sekitar bantaran sungai.
Kepala Desa Kota Bangun Ulu, Khairul Umam mengatakan bahwa retakan ini terjadi di sejumlah titik baik itu badan jalan, area pekarangan, dan kolong rumah warga. Bahkan beberapa bangunan panggung berbahan kayu mengalami penurunan tanah yang signifikan, menimbulkan kekhawatiran akan ambruk jika tidak segera ditangani. Selain itu, jalan Jembatan yang baru dibangun terlihat mulai bergeser dan retak akibat pergeseran tanah.
"Kami kemarin langsung meninjau ke lokasi, dan nantinya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan kajian teknis. Untuk rumah warga yang terdampak ringan terasnya rusak ada 13 rumah 2 pos ronda," jelasnya Jumat (8/8/2025).
Untuk akses jalan, saat ini warga masih melewati jalan tersebut karena masih bisa dilewati. Walaupun jalannya turun naik atau tidak rata lagi. Untuk jalan kaki dan kendaraan motor masih bisa.
"Warga sudah kami imbau agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di area retakan dan tidak melakukan aktivitas berat di sekitar lokasi," ujarnya.
Umam mengungkapkan bahwa tanah amblas ini diduga terjadi akibat kondisi tanah yang mengering dan retak setelah musim kemarau, diperparah oleh beban struktur bangunan di atasnya. Jika tidak segera dilakukan penanganan, dikhawatirkan akan terjadi longsor atau robohnya bangunan warga yang berada dekat dengan tepi sungai.
"Tapi yang dikhawatirkan kalau terjadi hujan. Kemarin kami sudah ngecek ke lokasi masih ada pergeseran tanah sekitar 10-15 cm," imbuhnya.
Terkait jalan amblas ini sudah ada koordinasi dengan pemda. Tadi pagi baru di tinjau oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar. Mungkin senin nanti mereka langsung laporan ke kepala Dinas Untuk menindaklanjuti jalan amblas di Desa Kota Bangun Ulu ini. Dan rencananya, Sabtu 9 Agustus 2025 besok ada kunjungan dari Anggota DPRD Kukar Sopan Sopian.
"Jalan ini memang setiap tahun ada pergerakan tanah, dulu sudah dibangun turapnnya dipinggir sungai tapi sekarang sudah amblas. Apalagi kalau kemarau kemudian hujan paati ada peregerakan tanah. Amblas hampir setengah meter dari badan jalan," ujarnya.
Sementara lokasi ini belum ada warga yang mengungsi, mereka tetap bertahan dan pemerintah belum menyediakan lahan untuk relokasi. Karena sementara baru jalan yang amblas.
Sementara itu secara terpisah Kabid Bina Marga Dinas PU Kukar Linda Juniarti mengatakan, bahwa terkait jalan amblas di Kota Bangun Ulu sudah ada tim yang mengecek lokasi. Dan mendata apa saja penyebab amblas dan penanganan kedepannya.
"Untuk sementara kita baru lakukan pendataan jalan yang amblas, karena kalau untuk memperbaiki belum ada dianggarkan oleh pemerintah. Jadi perlu perencanaan dan penanganan yang matang agar nantinya tidak terjadi amblas lagi,"tutupnya . (dri)