
Salah satu toko emas di Tenggarong Jalan Danau Semayang Putra Sejati (Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG (KutaiRaya.com) Harga Emas murni khususnya di Kota Tenggarong mengalami penurunan menjadi sekitar Rp 1,6 juta per gram yang sebelumnya Rp1,8 juta. Sementara untuk harga emas 8 karat sekitar Rp 800 ribu.
Pemilik Toko Emas Putra Sejati Tenggarong Ahmad Tobrani menjelaskan, harga emas turun sejak 3 bulan lalu. Setelah sebelumnya harga emas mencapai sekitar Rp 1,8 juta.
"Turun dan naiknya harga emas ini mengikuti pasar dunia. Kalau waktunya naik ya ikut naik, kali turun ya ikut turun," kata Ahmad Tibrani pada Kutairaya, Jum
Meskipun harga emas sudah turun, tak banyak masyarakat yang membeli emas. Hal itu diduga karena masih lemah perekonomian dan tingginya tingkat kebutuhan keluarga.
"Yang membeli emas ini biasanya untuk aksesoris atau aset. Karena emas bukan kebutuhan pokok," ujarnya.
Ia mengaku, penjualan emas saat ini rata rata setiap harinya hanya keluar 5 gram. Namun ada momen tertun penjualan emas alami peningkatan yaitu, saat menjelang perayaan hari besar keagamaan.
"Ragam emas yang sering diminati pembeli yakni cincin. Baik cincin dengan model biasa bahkan cincin pernikahan," ucapnya.
Sementara ada berbagai ragam emas yang dijual di Toko Emas Putra Sejati ini seperti, gelang, kalung, cincin, anting dan emas batangan. Emas batangan biasanya sering dijadikan aset oleh masyarakat.
"Selama 30 tahun berjualan emas tak mengalami tantangan terberat, tapi ketika membeli emas lama dan harganya menyesuaikan harga beli saat ini," jelasnya.
Dirinya berharap, perekonomian masyarakat Kota Tenggarong bisa lebih membaik. Sehingga masyrakat dapat membeli emas murni untuk aksesoris dalam mempercantik diri maupun aset kehidupan nantinya.
Salah satu pembeli emas Rina Safitri asal Kecamatan Sebulu mengaku membeli emas untuk perhiasan. Perhiasan ini memang bukan kebutuhan penting, tapi ketika ada keperluan mendesak maka emas ini bisa dijual kembali.
"Saya membeli emas ini selain digunakan dan juga untuk tabungan, suatu saat jika ada kebutuhan mendesak bisa dijual kembali," sebut Rina Safitri. (ary)