
Jaringan listrik (istimewa)
TENGGARONG (KutaiRaya.com) Sejumlah warga Desa Bendang Raya RT 12, Kecamatan Tenggarong mengeluhkan belum ada jaringan listrik PLN.
Kebutuhan listrik sebenarnya merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang sangat penting, sebab tanpa ada listrik aktivitas masyarakat menjadi terhambat.
Ketua RT 12 Mulyadi mengatakan, di lingkungan ini terdiri dari 22 Kepala Keluarga (KK). Sementara masyarakat saat ini hanya menggunakan listrik tenaga surya secara mandiri, jaringan listrik di RT 12 ini belum ada disentuh atau dibangun oleh pemerintah daerah.
"Saya menjadi warga desa Bendang Raya sejak 2020 lalu, tapi hingga saat ini belum ada pembangunan jaringan listrik PLN," kata Mulyadi pada Kutairaya, Sabtu (5/7/2025).
Menurutnya, listrik ini menjadi kebutuhan sangat penting masyarakat. Hampir seluruh aktivitas membutuhkan listrik diantaranya memasak nasi, menyedot air sumur atau tandon dan lainnya.
"Yang dikhawatirkan jika menggunakan listrik tenaga surya ini, ketika kondisi cuaca tidak ada panas berturut turut maka batrai penyimpanan tak ada strumnya. Untuk itu sangat diperlukan listrik PLN," ucapnya.
Dirinya berharap, pemerintah daerah dapat membangunkan jaringan listrik PLN, mengingat jumlah penduduk setiap saat akan bertambah.
Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar Arianto menyebutkan, program terang kampong ku pada massa kepemimpinan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Kukar H Rendi Solihin terus dilanjutkan.
"Perlu diketahui program terang kampong ku sebelumnya telah berjalan dengan baik dan mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar 2021-2026," sebut Arianto.
Ia menegaskan, dari 20 Kecamatan, 193 desa dan 44 Kelurahan telah memiliki jaringan listrik. Tapi pemerintah daerah tak memungkiri jika masih ada beberapa wilayah yang belum teraliri listrik seperti Dusun, RT bahkan wilayah terpencil lainnya.
"Sehingga ini masih perlu optimalisasi atau pembangunan jaringan listrik," tegasnya.
Hal ini menjadi komitmen pemerintah daerah, dalam memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat, khususnya jaringan listrik. Pembangunan listrik ini akan dilakukan secara bertahap.
DAMBAKAN JALAN MULUS
Selain persoalan listrik belum dinikmati, masyarakat Desa Bendang Raya juga mendambakan perbaikan infrastruktur jalan.
Salah satu warga Bendang Raya Mulyono menyebutkan, ada sekitar 3 KM panjang jalan yang masih rusak. Jalan tersebut kondisinya masih tanah dan belum ada pengerasan secara keseluruhan.
"Jalan yang rusak ini merupakan Jalan RA Kartini dan perlu perhatian dari pemerintah daerah,"katanya.
Ia mengaku kesulitan melewati jalan tersebut, terlebih membawa hasil pertanian dan ketika hujan tiba. Ketika hujan jalan tersebut sangat licin dan membahayakan bagi masyarakat desa.
"Jalan rusak ini telah dirasakan bertahun tahun, padahal kegiatan masyarakat disini sangat banyak khususnya yang berprofesi sebagai petani," akunya.
Luasan lahan pertanian di RT 12 ini ada sekitar 30 hektare, yang meliputi pertanian hortikultura. Para petani disini sangat semangat, karena petani menjadi satu satunya profesi dalam pemenuhan kebutuhan keluarga.
"Kami petani disini berharap, jalan ini bisa segera diperhatikan oleh pemerintah daerah. Sehingga memudahkan akses mobilisasi barang dan masyarakat," ujarnya. (ary)