• Selasa, 20 Januari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Miliki Ciri Khas Nikmat dan Lezat, Maryati 25 Tahun Produksi Gula Aren


TENGGARONG (KutaiRaya.com) Selama 25 tahun, Maryati Juniah bersama suami menekuni profesinya sebagai perajin gula aren atau gula merah.

Produksi gula aren itu masih menggunakan alat sederhana, mulai pengambilan air aren (sadap) dari pohonnya. Kemudian air aren itu dimasukan ke wajan, untuk dimasak dengan menggunakan kayu bakar.

Air aren itu dimasak hingga mengental dan berubah warna menjadi kecoklatan. Setelah dimasak, gula itu dimasukan ke cetakan yang berbentuk kerucut atau piramida hingga dingin dan mengeras.

Setelah mengeras, gula aren itu siap dikemas dan dijual. Gula aren ini memiliki cita rasa yang nyaman dan gurih, sehingga sangat diminati oleh konsumen.

"Sekali produksi gula aren ini sekitar 25 pasang atau tungkup, satu tungkupnya dijual 16 ribu ke pengepul. Namun ke konsumen sekitar 25 ribu," kata Maruati Juniah pada Kutairaya, di Kantor Desa Loa Lepu saat penyerahan sertifikasi halal, Selasa (24/6/2025).

Ia mengaku, yang menjadi kendala dalam produksi gula aren ini ialah, jumlah air aren yang terbatas, karena hanya memiliki 4 pohon aren. Sementara jumlah permintaan pasar sangat tinggi, sehingga ia tak mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Pihaknya menegaskan, dalam proses produksi gula aren ini juga mendapatkan dukungan dari pemerintah desa Loa Lepu. Dukungan itu berupa cetakan mini gula aren dan sertifikasi halal.

Menurutnya, dengan adanya dukungan itu dapat meyakinkan konsumen dan juga dapat memperluas pangsa pasar. Sedangkan untuk cetakan mini gula aren itu, untuk memudahkan konsumen dalam mengkonsumsi gula tersebut.

"Terima kasih kepada pemerintah desa Loa Lepu, yang telah mendukung pelaku UMKM setempat," ucapnya.

Dirinya berharap, dalam memproduksi gula aren ini dapat perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya untuk mengatasi kendala memenuhi tingginya permintaan pasar.

"Produksi gula aren tersebut menjadi sumber penghasilan utama, dalam pemenuhan kebutuhan keluarga. Sehingga kami berharap dukungan lebih dari pemerintah daerah,"katanya.

Sementara itu Kepala Desa Loa Lepu Sumali menyebutkan, di desa ini ada sekitar 50 pelaku UMKM seperti produksi gula aren, roti balok dan lainnya. Untuk memajukan UMKM setempat, pemerintah desa Loa Lepu tengah memfasilitasi sertifikat halal dan bantuan lainnya.

"Kami komitmen, untuk memajukan sektor UMKM setempat. Karena UMKM ini merupakan pondasi atau kekuatan ekonomi masyarakat," sebut Sumali.

Pihaknya juga secara rutin menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah, melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yaitu Dinas Koperasi dan UKM Kukar, untuk memajukan UMKM setempat. (ary)



Pasang Iklan
Top