• Senin, 04 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kutai Kartanegara





TENGGARONG, (KutaiRaya.com) - Pembukaan Kick Off Peningkatan Produktivitas Padi Sawah Berbasis Bio-Invigorasi Benih Terintegrasi Sistem LEISA digelar di Gapoktan Bukit Biru, Tenggarong, pada Rabu (14/5/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan melalui pertanian berkelanjutan.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara, Fungsional Penyuluh Kecamatan Tenggarong, serta perwakilan Kelompok Tani yang tergabung dalam Gapoktan Bukit Biru. Kehadiran berbagai pihak mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan pertanian lokal.

Kepala Distanak Kukar Muhammad Taufik menjelaskan bahwa program ini merupakan gagasan Bank Indonesia Perwakilan Wilayah Provinsi Kalimantan Timur yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.

"Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan daerah melalui pendekatan teknologi dan metode pertanian ramah lingkungan." ujarnya

Peningkatan produktivitas dilakukan melalui pendekatan Bio-Invigorasi Benih, yaitu teknologi pemupukan hayati yang bertujuan meningkatkan daya tumbuh benih dan hasil panen. Teknologi ini menjadi bagian dari sistem pertanian LEISA (Low External Input Sustainable Agriculture), yang menekankan pada penggunaan input eksternal seminimal mungkin.

Sistem LEISA mengedepankan pemanfaatan sumber daya lokal, seperti pupuk organik, benih unggul lokal, serta pengelolaan ekosistem pertanian secara berkelanjutan.

"Pendekatan ini dinilai lebih adaptif terhadap perubahan iklim sekaligus menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang." jelasnya

Taufik menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bank Indonesia dan kelompok tani yang siap menjadi pionir dalam implementasi sistem pertanian berkelanjutan di Kukar. Ia berharap kegiatan ini dapat direplikasi di wilayah lain yang memiliki potensi pengembangan padi sawah.

Kegiatan ini juga ditujukan untuk membentuk klaster pangan yang tangguh dan mandiri. Melalui peningkatan produktivitas dengan metode yang efisien dan ekologis, diharapkan ketergantungan terhadap pasokan luar daerah dapat ditekan, sehingga inflasi pangan bisa lebih terkendali.

"Kick off ini menjadi langkah awal menuju transformasi pertanian di Kutai Kartanegara. Dengan semangat kolaborasi dan dukungan teknologi tepat guna, Kabupaten Kukar terus berupaya menciptakan sistem pangan yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan." tutupnya. (Dri/Adv)



Pasang Iklan
Top