• Selasa, 20 Januari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur





TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara sejak dini hari Senin (12/5/2025) mengakibatkan sejumlah wilayah di Kecamatan Loa Janan dan Loa Kulu dilanda bencana tanah longsor dan banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar merespons cepat dengan menerjunkan personel dan peralatan ke lokasi terdampak.

Plt. Sekretaris BPBD Kukar, Abdal, menjelaskan bahwa laporan kejadian diterima sekitar pukul 09.11 Wita melalui grup WhatsApp Forkopim BPBD. Bencana longsor terjadi di empat titik yakni di Gunung Loa Duri (Jalan Poros Samarinda–Tenggarong), perbatasan Desa Loa Janan Ulu dan Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan. Desa Sepakat, Kecamatan Loa Kulu. Dan Perbatasan Desa Loa Kulu Kota dan Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu. Sementara itu, banjir melanda Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan.

Peristiwa ini terjadi akibat curah hujan tinggi disertai angin kencang mulai turun sejak pukul 03.30 Wita dan berlangsung hampir merata di wilayah Kukar. Hal ini menyebabkan tanah labil dan mengakibatkan longsor di beberapa titik rawan, serta genangan air yang cukup tinggi di Desa Purwajaya.

“Kami segera menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan evakuasi, pembersihan longsoran, dan memasang baliho peringatan di area berisiko. Koordinasi lintas instansi dilakukan dengan Dinas Perhubungan, PLN, Polsek dan Koramil setempat untuk pengamanan, pengaturan lalu lintas, serta perbaikan jaringan listrik.” ujarnya

Sejumlah alat berat milik perusahaan dan bantuan dari kelompok relawan seperti Relawan Damba dan Lembuswana turut dikerahkan untuk mempercepat proses penanganan.

Hingga pukul 14.47 Wita, cuaca mulai membaik namun pembersihan material longsor masih berlangsung. Tim PLN masih berupaya memulihkan jaringan listrik yang terdampak. Fokus utama penanganan saat ini tertuju pada lokasi longsor di Gunung Loa Duri dan banjir di Desa Purwajaya.


“Untuk itu, masyarakat diimbau untuk menghindari jalur Samarinda–Tenggarong dan memilih jalur alternatif sementara waktu. Kondisi jalan masih berisiko untuk dilalui kendaraan roda dua maupun empat.” tutupnya. (Dri)



Pasang Iklan
Top