• Senin, 04 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

DPMD Kutai Kartanegara




TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar), Arianto, menekankan pentingnya peran kepala desa dalam mewujudkan pemberdayaan dan pembangunan desa.

Menurutnya, kepala desa yang terpilih pasti memiliki kapasitas lebih di antara warganya. "Kami yakin, kepala desa yang terpilih pasti punya kapasitas. Tapi memang dalam pelaksanaannya, ada yang cepat, ada yang lambat, bahkan ada yang terganggu dalam menjalankan fungsinya karena karakter atau faktor lainnya," ujar Arianto Jumat (2/5/2025).

Ia mengungkapkan bahwa meskipun awalnya kepala desa dipilih karena dinilai baik, dalam perjalanan bisa saja terjadi hambatan yang menyebabkan mereka kesulitan melaksanakan tugas.

"Kita ini satu kesatuan, antara pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten. Semuanya diberi anggaran oleh negara untuk melayani masyarakat, jadi harus dijalankan dengan maksimal," tegasnya.

Dari 193 desa di Kukar, sekitar 90 persen telah menjalankan tugas pemberdayaan dan pembangunan dengan baik. Namun, masih ada sekitar 10 persen yang lambat atau belum optimal. Hal ini menjadi perhatian dan pekerjaan rumah bagi DPMD untuk terus mendorong peningkatan kinerja para kepala desa.

Dalam hal pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Arianto menyebut beberapa desa yang menunjukkan kemajuan signifikan. Misalnya, BUMDes di Sungai Payang yang didukung oleh potensi alam dan kemitraan dengan investor. Muara Enggelam juga dinilai sukses mengelola potensi secara mandiri tanpa mitra.

"Kemudian ada Giri Agung yang mengelola keuangan mikro bersama Bankaltimtara, BUMDes Purnama Loa Kulu di bidang pertanian, dan BUMDes Saliki di Muara Badak yang mengelola air bersih serta menggandeng perusahaan sawit," jelasnya.

Selain itu, BUMDes Selo Palai telah mengelola produksi kayu arang meski masih terkendala kuota pasokan. Sementara itu, BUMDes di Kembang Janggut telah menjalin kerjasama dengan perusahaan sawit dan merambah usaha distribusi kendaraan bermotor secara kredit.

"Beberapa BUMDes seperti di Muai dan Kembang Janggut sudah menandatangani kontrak kemitraan baru dengan perusahaan-perusahaan, sebagai bagian dari upaya menghubungkan dunia usaha dengan BUMDes yang sudah layak," pungkas Arianto. (DRI/ADVDPMDKUKAR)



Pasang Iklan
Top