• Rabu, 17 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur





TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada Jumat, 19 April 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan pemusnahan 20 lembar surat suara yang ditemukan berlebih saat proses penyusunan logistik.

Ketua KPU Kukar, Rudi Gunawan, menjelaskan bahwa temuan kelebihan surat suara itu diketahui saat proses pengepakan dan pengecekan logistik untuk PSU di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Setelah dilakukan pengecekan menyeluruh, kami mendapati ada kelebihan 20 lembar. Sesuai aturan, surat suara tersebut harus dimusnahkan,” ujarnya, Jumat (18/4/2025).

Proses pemusnahan dilakukan secara terbuka dengan cara dibakar. Sejumlah pihak turut hadir menyaksikan proses tersebut, termasuk perwakilan dari Bawaslu Kukar, Polres Kukar, Kodim, Kesbangpol, dan Kejaksaan Negeri Kukar. Langkah ini diambil untuk menjaga transparansi dan mencegah potensi penyalahgunaan surat suara.

“Kami ingin memastikan publik bahwa tidak ada penyimpangan. Semua proses kita lakukan terbuka,” tambah Rudi.

Terkait kesiapan logistik, KPU Kukar memastikan bahwa seluruh perlengkapan yang dibutuhkan untuk PSU sudah terdistribusi ke 20 kecamatan, termasuk surat suara cadangan.

“Surat suara yang dimusnahkan hanya yang kelebihan. Untuk kebutuhan TPS, semuanya telah kami penuhi,” tegasnya.

Komisioner KPU Kukar, Moch Amin, juga menyampaikan bahwa semua logistik untuk pelaksanaan PSU sudah berada di lokasi masing-masing.

“Kami pastikan logistik seperti alat coblos, tinta, formulir, dan perlengkapan lainnya sudah lengkap dan siap digunakan,” kata Amin.

Pelaksanaan PSU akan berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 13.00 WITA. Untuk pemilih pindahan yang terdata, waktu pencoblosan dibuka mulai pukul 12.00 sampai 13.00 WITA, sesuai regulasi dalam Peraturan KPU.

Sebagai tambahan, KPU Kukar juga bekerja sama dengan lembaga survei SCL Taktika untuk melakukan penghitungan cepat atau quick count.

“Mereka sudah mulai siapkan quick count. Harapannya hasil yang keluar bisa kredibel,” tutup Amin. (Dri)



Pasang Iklan
Top