
TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Musibah kebakaran yang terjadi di Desa Lekaq Kidau sekitar pukul 02.00 wita, Selasa (8/4/2025), telah menghanguskan 3 bangunan lamin dan rumah warga. Sementara kerugian materil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Sementara Lamin merupkan tempat atau wadah untuk pertemuan maupun acara tertentu bagi masyarakat desa khususnya adat Dayak.
Kepala Desa Lekaq Kidau Dium menjelaskan, belum diketahui penyabab pastinya kejadian kebakaran ini. Dari informasi yang diterima diduga dari usai membersihkan sampah dengan cara dibakar menggunakan tungku.
"Saya tidak bisa memastikan penyebab kebakaran tersebut, informasi sementara baru dugaan karena asal api dari rumah yang telah lama kosong dan akan digunakan kembali," kata Dium pada Kutairaya.
Ia mengaku, dalam melakukan proses pemadaman menjadi kendala dan tantangan. Pemadaman dilakukan hanya menggunakan alat sederhana dan dibantu dengan alkon milik warga. Desa Lekaq Kidau juga aksesnya terlalu jauh dari jangkauan unit Damkar Kabupaten.
"Pemadaman dilakukan secara gotong royong menggunakan alkon dan akat sederhana lainnya," akunya.
Atas kejadian tersebut, pemerintah desa langsung mendirikan posko kebakaran dengan tujuan menampung sejumlah bantuan untuk disalurkan kepada warga yang terdampak. Dari peristiwa itu, dipastikan tak ada korban jiwa.
Dalam hal ini, peristiwa kebakaran ini menjadi perhatian serius agar tak terjadi kembali. Pemerintah desaa akan berkoordinasi dengan Pemkab Kukar melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yaitu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kukar.
"Kita akan koordinasi dengan Disdamkartan, sebagai upaya pencegahan musibah kebakaran," ujarnya.
Sementara itu Camat Sebulu Edy Facruddin menyebutkan, mendengar informasi tersebut jajaran Pemerintah Kecamatan Sebulu meninjau langsung kondisi di lapangan. Dan memberikan sejumlah bantuan bahan bahan pokok penting kepada masyarakat yang terdampak.
"Dari informasi ya g diterima bahwa, api bermula dari tungku dapur rumah Mulyadi. Kemudian merembet ke bangunan lainnya," sebut Edy Fachruddin. (Ary)