• Sabtu, 07 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur





TENGGARONG (KutaiRaya.com) Sejumlah masyarakat Kukar mengeluhkan kendaraanya mogok diduga akibat usai mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Kejadian ini pun ramai beredar di media sosial, yang direkam oleh pemilik kendaraan motor dan mobil saat mengecek kondisi kendaraan dan tempat BBM itu berisi BBM yang bercampur dengan air atau thiner bahkan lumpur.

Salah satu korban Wahyu menjelaskan, memasuki Hari Raya Idul Fitri kemarin saat hendak menuju Samarinda dilakukan pengisian BBM di SPBU Jalan Pesut Tengagrong. Pasca pengisian BBM tersebut, motornya mengalami kerusakan atau kendala yaitu brebet. Sehingga tak bisa melanjutkan perjalanan, untuk bersilaturahmi dengan sanak saudara.

"Saya mengisi BBM di Jalan Pesut sekitar pukul 10.00 wita, setelah itu motor mengalami kendala tak lancar seperti biasanya," kata Wahyu, Kamis (3/4/2025).

Ia menduga, BBM yang dibeli tersebut tak sesuai dengan kualitas yang dikonsumsi setiap saat. Adanya dugaan campuran zat lainnya di dalam penyimpanan SPBU itu.

Menanggapi hal tersebut, Pengawas SPBU 64.755.014 Jalan Pesut Rully Effendi mengatakan, sejauh ini ada 2 konsumen yang komplain langsung ke SPBU. Komplainan tersebut ditindaklanjuti dengan melakukan pengecekan dan diganti dengan BBM baru.

"Ada pengendara motor komplain setelah mengisi BBM motornya tak lancar. Sehingga BBM itu kami sedot dan dipindahkan ke motor operasional SPBU serta pelanggan tersebut BBMnya diganti baru," kata Rully Effendi.

Pihaknya memastikan, BBM yang dipindahkan ke motor operasional SPBU aman sesuai dengan standarnya. Hal itu dibuktikan dengan kendaraan itu tak mengalami kerusakan.

"BBM jenis Pertalite dan Pertamax dipastikan aman, tak tercampur air atau zat lainnya," tegasnya.

Pengecekan BBM ini juga disaksikan oleh pihak terkait baik dari Polres Kukar maupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar. Pengecekan dilakukan oleh petugas SPBU dengan metode dengan mengoleskan pasta air terhadap stik atau suling.

Kemudian, stik tersebut dimasukan ke dalam banker atau tempat penyimpanan BBM jenis Pertalite, Pertamax, Solar, dan Dexlite. Dari hasil pengecekan itu, warna stik yang telah dioleskan pasta tak menunjukkan perubahan warna atau BBM yang dijual layak dan aman.

Dari pantauan Kutairaya.com bahwa stik yang telah dioleskan pasta, jika terjadi adanya campuran zat lain atau air maka pasta itu akan berubah warna menjadi ungu. Hal itu dibuktikan dengan, sebelum dilakukan pengecekan BBM di banker atau penyimpanan, stik itu dioleskan pasta kemudian disiram dengan air yang mengalir. Dan stik atau pasta tersebut berubah warna menjadi ungu.

Sementara itu Kabid Pemasaran Produk Dalam Negeri dan Pengendalian Barang Pokok Muhammad Bustani menyebutkan, pengecekan SPBU telah dilakukan bersama Polres Kukar di SPBU Timbau, Pesut dan Tenggarong Seberang.

"Semua SPBU itu telah dipastikan aman dan BBM yang disalurkan memang layak untuk dikonsumsi oleh semua jenis kendaraan," sebut Muhammad Bustani.

Pengecekan ini dilakukan berdasarkan keluhan masyarakat yang beredar di media sosial, terkait dengan kendaraan yang mogok usai pengisian BBM.

Hal ini merupakan bukti respon cepat pemerintah daerah bersam polres Kukar, untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. (Ary)



Pasang Iklan
Top