• Sabtu, 06 Desember 2025
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur





TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Koperasi dan UKM (DiskopUKM) sedang menyiapkan Pujasera di kawasan Bundaran Tuah Himba. Kawasan ini dirancang sebagai pusat kuliner dan UMKM unggulan yang akan menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan.

Kabid Pengembangan UKM DiskopUKM Kukar, Fathul Alamin, menjelaskan bahwa saat ini proyek pembangunan masih dalam tahap pengerjaan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan akan diserahkan pengelolaannya ke beberapa instansi terkait.

"Setelah selesai, pengelolaan akan dibagi. Kawasan UMKM akan ditangani oleh Dinas Koperasi dan UKM, gedung ekor akan dikelola oleh Dinas Pariwisata, serta ada peran dari DLHK dan instansi lainnya," ungkapnya Senin (24/3/2025).

DiskopUKM Kukar akan melakukan seleksi terhadap UMKM yang ingin berjualan di kawasan ini. UMKM yang terpilih adalah yang belum mendapatkan kesempatan di lokasi lain, seperti Simpang Hode Etam.

Proses seleksi akan dilakukan melalui sistem kurasi, dengan mempertimbangkan beberapa aspek seperti Jenis produk yang dijual, Kualitas dan legalitas usaha, dan Potensi nilai jual dan daya tarik produk.

Menurut informasi dari Dinas PU, akan tersedia sekitar 80 tenant di kawasan ini. Namun, jumlah tersebut masih dapat bertambah sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan.

DiskopUKM Kukar mengusulkan konsep operasional selama 24 jam, sehingga kawasan ini bisa menjadi pusat aktivitas sepanjang hari Pagi hari, Area untuk olahraga sekaligus sarapan pagi. Siang hari, Tempat makan siang bagi pekerja dan masyarakat sekitar, dan malam hari untuk Ruang berkumpul bagi keluarga dan tempat bersantai.

Selain makanan dan minuman, produk olahan siap bawa (oleh-oleh) serta aksesoris khas Kukar juga akan tersedia. Bahkan, UKM Center akan dibangun untuk mempermudah wisatawan mencari produk-produk khas daerah dalam satu lokasi.

Awalnya, Bupati Kukar Edi Damansyah menargetkan Pujasera ini bisa beroperasi sebelum bulan puasa tahun ini. Namun, karena masih ada proses pembangunan, target fungsional diharapkan pertengahan tahun, dengan operasional penuh pada Oktober 2025.

"Harapannya, kawasan Bundaran Tuah Himba ini menjadi ikon baru bagi Kutai Kartanegara, sehingga wisatawan yang datang tidak perlu repot mencari pusat kuliner dan oleh-oleh. Semua bisa ditemukan di satu tempat," tutup Fathul Alamin. (Dri/Adv)



Pasang Iklan
Top