
TENGGARONG (KutaiRaya.com) Kondisi korban pemukulan atau penganiayaan berat yang terjadi di Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kukar pada (11/3/2025) dini hari, belum kunjung pulih.
Korban tersebut masih menjalani perawatan intensif, yang disebabkan adanya luka robek cukup parah di bagian kepala dan tangannya patah.
Salah satu korban Rahman menjelaskan, kejadian itu sekitar pukul 02.50 wita saat istrinya tengah melayani pembelian Bahan Bakar minyak (BBM) jenis pertalite. Usai melayani konsumen itu, sang istri berteriak sehingga suaminya (Rahman) terbangun dari tidur.
"Ketika ada teriakan istri Aisyah, saya langsung terbangun dan bergegas melihat kedepan. Ternyata istri saya sudah dipukul terlebih dahulu menggunakan kayu balok ulin dan saya yang mendapatkan serangan dari pelaku," jelas Rahman pada Kutairaya, Rabu (12/3/2025).
Ia mengaku, saat mendapatkan serangan dari pelaku. Dirinya terus berusaha melawan untuk melindungi anak anak yang berada di dalam warung. Tak lama pelaku langsung melarikan diri.
"Kalau saya luka robek dibagian kening atau jidat kepala, dengan jahitan sebanyak 9 kali,"ujarnya.
Sementara kondisi istri hingga saat ini belum membaik. Terakhir diinformasikan oleh dokter bahwa hari ini akan dilakukan operasi bagian kepala.
"Istri saya mengalami luka parah dibagian kepala belakang, karena hantaman keras dari pelaku," ujarnya.
Setelah diperhatikan lebih jelas, kayu balok yang digunakan oleh pelaku ialah kayu bekas yang diperoleh dari samping rumah.
"Katu balok yang digunakan pelaku masih ada pakunya, sehingga istri saya diduga paku yang nancap di kayu balon itu," ucapnya.
Menurutnya, pelaku ini diduga ingin merampok perhiasan gelang dan kalung sang istri. Sebab ia tak mengenal lebih dekat terhadap pelaku, hanya sebatas pelanggan yang sering membeli di warung tersebut.
"Kami tak mengenal pelaku dan tidak ada dendam. Ini murni diduga ingin merampok perhiasan yang dikenakan pelaku," ungkapnya.
Pihaknya meminta kepada aparat penaga hukum, untuk dapat memproses pelaku dengan adil. Karena ini menyangkut atau percobaan dalam menghilangkan nyawa. (ary)