
TENGGARONG (KutaiRaya.com) Memasuki Bukan Suci Ramadan 2025, Polsek Loa Janan terus melakukan patroli untuk menciptakan kondusifitas wilayah yang aman dan nyaman. Hal itu dilakukan sesuai dengan intruksi Kapolres Kukar, mengingat sering terjadinya aksi balap liar di bulan ramadan.
Kapolsek Loa Janan AKP Abdillah Dalimunthe menjelaskan, kegiatan balap liar ini memang sering terjadi pada saat bulan suci ramadan. Balap liar menjadi salah satu kegiatan sembari menunggu waktu sahur tiba. Untuk itu, balap liar ini menjadi perhatian bersama khusus bagi orang tua dalam melakukan pemgawasan anaknya.
"Balap liar ini sering dilaksanakan pada saat menjelang sahur. Agar tak terjadi hal yang diinginkan, kita meningkatkan kegiatan patroli," jelas Abdillah Dalimunthe pada Kutairaya, Rabu (5/3/2025).
Dalam melakukan patroli, Polsek Loa Janan mengerahkan sekitar 10 personel untuk memantau kondisi di seluruh desa Kecamatan Loa Janan. Ada 3 desa yang dinilai rawan dan bisa memicu keributan atau lainnya yaitu Desa Loa Duri Ilir, Loa Duri Ulu dan Loa Janan Ulu.
"Di 3 desa itu terdapat anak anak sering berkumpul. Ini bisa menjadi potensi keributan," ucapnya.
Jika kedapatan ada yang melakukan balap liar, maka jajar Polsek Loa Janan saat ini hanya memberikan pemahaman, pembinaan serta himbauan. Selama ini di Kecamatan Loa Janan tak ada masyarakat yang meresahkan bahkan melakukan balap liar.
"Dengan upaya itu, kondusifitas di Loa Janan aman dan terkendali," ujarnya.
Balap liar ini merupakan suatu kenakalan remaja yang sering dilakukan pada masanya. Balap liar juga dipastikan membahayakan keselamatan bagi diri sendiri dan orang lain, khususnya pengguna jalan.
"Setiap hari kita lakukan patroli, selama ini yang ditemukan anak anak nongkrong bawa motor dipinggir jalan," ungkapnya.
Diketahui, dalam menyemarakan bulan suci ramadan, sejumlah pemuda di Kecamatan Loa Janan menggelar lomba balap lari, perang sarung dan lainnya. (ary)