
TENGGARONG (KutaiRaya.com) Bangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 9 di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kukar belum memiliki jalan atau akses masuk, untuk menunjang melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Kepala SMP Negeri 9 Etik Setiawati mengatakan, bangunan SMP Negeri 9 ini merupakan sekolah baru yang didirikan sejak 2021 lalu. Pembangunan itu dilakukan secara bertahap oleh pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar.
"Bangunan itu saat ini sudah selesai, namun belum bisa difungsionalkan karena masih menunggu mebeleur dan penunjang lainnya,"kata Etik Setiawati pada Kutairaya, Rabu (19/2/2025).
Sementara untuk akses jalan menuju ke sekolah itu menumpang atau bergabung dengan perumahan guru yang berada di SMA Negeri 2 Tenggarong. Jalan itu dinilai juga membahayakan bagi pengguna jalan, sebab sebagian jalan itu belum dilakukan semenisasi.
"Kami telah melakukan koordinasi dengan Disdikbud Kukar terkait dengan usulan jalan tersebut, sehingga tak membahayakan bagi siswa ataupun para guru," ucapnya.
Dari hasil koordinasi itu, Disdikbud Kukar telah meninjau kondisi lapangan dan berupaya mencarikan solusi atas persoalan ini. Pihaknya menilai pembangunan jalan itu belum bisa direalisasikan disebabkan adanya lahan miliki warga yang belum dibebaskan atau lainnya.
"Usulan ini belum bisa direalisasikan kemungkinan masih ada persoalan yang belum tuntas seperti pembebasan lahan. Jalan yang dibutuhkan ini tak panjang hanya 500 meter," ujarnya.
Ia menegaskan, meskipun sekolah itu belum bisa difungsionalkan namun proses belajar mengajar masih berjalan dengan baik. KBM itu dilaksanakan dengan meminjam bangunan Sekolah Dasar Negeri 007 Tenggarong, yang tak jauh dari pembangunan SMP Negeri 9.
"Kami berharap, gedung sekolah yang baru ini bisa segera difungsikan dengan baik," harapnya.
Sementara itu Plt Sekretaris Disdikbud Kukar Joko Sampurno menyebutkan, pemerintah daerah tengah berupaya mencarikan solusi atas usulan dari SMP Negeri 9 Tenggarong, terhadap permintaan jalan khusus.
"Usulan itu tengah ditangani oleh Bidang SMP dan Sarana dan Prasarana. Kami komitmen akan mengupayakan usulan tersebut," sebut Joko Sampurno. (ary)