
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah membangun hatchery atau tempat penetasan benur skala besar di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak. Proyek ini ditargetkan selesai dan mulai beroperasi pada 2025.
Kepala DKP Kukar, Muslik, menjelaskan bahwa pembangunan hatchery bertujuan untuk memenuhi kebutuhan benur di Kalimantan Timur (Kaltim), termasuk untuk mendukung suplai bagi Ibu Kota Nusantara (IKN). Saat ini, Kaltim masih mengandalkan beberapa hatchery di daerah lain, seperti di Kelurahan Manggar, Kota Balikpapan, serta hatchery skala kecil yang dikelola secara mandiri.
"Hatchery ini merupakan lanjutan dari proyek tahun sebelumnya yang dikerjakan bertahap. Anggaran yang dikucurkan mencapai puluhan miliar, mulai dari pembebasan lahan hingga pembangunan fisik," ujar Muslik, Rabu (29/1/25).
Total anggaran yang dikucurkan untuk proyek ini mencapai Rp20 miliar, dengan rincian Rp16 miliar dialokasikan tahun lalu untuk pembebasan dan penambahan lahan, dan sisanya digunakan untuk pembangunan fasilitas hatchery.
Saat ini, pemenuhan kebutuhan benur di Kaltim baru mencapai 50 persen dari total kebutuhan tahunan sekitar 4 miliar benur. Dengan adanya hatchery ini, diharapkan produksi benur dapat meningkat secara signifikan.
"Mudah-mudahan tahun depan hatchery ini bisa beroperasi penuh, sekaligus dengan penambahan fasilitas yang diperlukan," pungkas Muslik.
Proyek ini menjadi langkah strategis Pemkab Kukar dalam mendukung ketahanan pangan perikanan, khususnya dalam memenuhi permintaan benur di Kaltim dan wilayah IKN. (Dri)