
(Kepala Disdikbud Kukar Thauhid Aprilian Noor)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) bersiap meluncurkan roadmap inovasi pendidikan untuk tahun 2025. Hal ini disampaikan Kepala Disdikbud, Thauhid Aprilian Noor, Senin (2/12/24).
Thauhid menjelaskan bahwa roadmap ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kukar dan menyelaraskan kebijakan lokal dengan visi Presiden serta Bupati terpilih untuk periode 2024–2029.
"Roadmap ini memberikan panduan strategis selama lima tahun ke depan, memastikan pendidikan di Kukar selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) terbaru," ujar Thauhid.
Penyusunan roadmap ini melibatkan sejumlah pakar pendidikan terkemuka, termasuk Imam Prasojo dan Najilah Sihab, yang memberikan masukan berharga untuk memastikan bahwa dokumen ini komprehensif dan relevan.
"Peluncuran roadmap dijadwalkan bertepatan dengan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI, dan akan disahkan melalui peraturan bupati sebagai landasan hukum yang kuat," ujar Thauhid
Thauhid mengatakan bahwa salah satu tantangan utama adalah kebutuhan anggaran hingga Rp 8 triliun untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan. Pemerintah akan bekerja sama dengan Dinas PU dan Perkim untuk memperbaiki akses jalan ke sekolah-sekolah, memastikan mobilitas siswa dan guru lebih baik.
Selain itu, roadmap akan membangun ekosistem pendidikan yang mencakup sarana, prasarana, guru, dan siswa. Semua komponen ini akan diintegrasikan dalam dokumen yang fleksibel dan dapat diperbarui sesuai perkembangan kebutuhan pendidikan di daerah.
Diantaranya Kurikulum Merdeka tetap digunakan hingga ada kebijakan baru dari pemerintah pusat. Kemudian Kurikulum lokal akan disesuaikan dengan kebutuhan geografis dan budaya daerah, sehingga lebih relevan. Dan Disdikbud juga mendorong digitalisasi melalui implementasi sekolah referensi Google dan penggunaan Chromebook.
Thauhid menekankan pentingnya komitmen pemerintah terhadap pendidikan. Dengan anggaran yang mencakup gaji guru hingga Rp 1,6 triliun, serta Dana BOS reguler, afirmasi, dan BOS KAP, pemerintah ingin memastikan operasional sekolah berjalan baik. Sertifikasi guru juga menjadi prioritas untuk meningkatkan kualitas pengajaran.
Disdikbud Kukar juga memberikan perhatian pada pendidikan non-formal seperti Paket A, B, dan C bagi siswa putus sekolah. Homeschooling diakui sebagai alternatif pendidikan, memberikan pilihan lebih fleksibel bagi siswa dengan kebutuhan khusus.
Dengan peluncuran roadmap inovasi pendidikan ini, diharapkan Kutai Kartanegara menjadi salah satu daerah yang unggul dalam pengelolaan dan pengembangan sektor pendidikan.
"Inti dari roadmap ini adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kukar, sehingga pendidikan di sini mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. Roadmap ini akan terus dievaluasi dan diperbarui agar tetap relevan," pungkas Thauhid. (Dri)