• Sabtu, 07 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur




TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara nomor urut 02, Awang Yacoub Luthman dan Akhmad Zais (AYL-AZA), mengusulkan pembangunan rel kereta api sebagai alternatif transportasi untuk mengangkut hasil batu bara dan minyak kelapa sawit (CPO).

AYL-AZA menyampaikan bahwa pembangunan rel kereta api ini diharapkan bisa mengurangi waktu tempuh pengangkutan komoditas berat seperti batu bara dan CPO. Menurut mereka, kondisi jalan yang ada saat ini sudah terlalu lama digunakan, yakni lebih dari 25 tahun, tanpa adanya perbaikan yang signifikan.

"Kita berpikir untuk menyediakan alternatif dengan membangun rel kereta api khusus pengangkutan hasil tambang dan CPO. Dengan adanya rel ini, jalanan umum yang sering rusak karena beban angkutan berat bisa lebih terjaga," ujar AYL-AZA, usai debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati Kukar yang berlangsung di Samarinda,Senin 11 Nopember 2024.

AYL-AZA menjelaskan bahwa proyek ini direncanakan untuk didanai bukan dari APBD, melainkan melalui investasi dari Qatar Investment Bank. Salah satu pengusaha tambang di Tabang dikabarkan siap memberikan jaminan investasi untuk proyek ini, melihat kebutuhan transportasi yang lebih efisien dibandingkan jalur sungai yang saat ini digunakan.

"Mengenai biaya, tidak seperti yang diperkirakan mencapai Rp30 miliar per kilometer, biaya rel ini hanya sekitar Rp15-20 miliar per kilometer karena proses pembebasan lahan akan diminimalisir," tambahnya.

Rel kereta api ini direncanakan hanya untuk angkutan hasil tambang dan CPO, sehingga infrastruktur yang dibutuhkan tidak seluas jalan tol. Menurut AYL-AZA, kereta api akan mengurangi kerusakan jalan di Kukar akibat beban berat angkutan komoditas ini.

"Kami sudah mempertimbangkan perhitungan investasi dengan matang, dan bank investasi Qatar bersedia membiayai dengan jaminan sebesar Rp3 triliun," jelas AYL-AZA.

AYL-AZA juga menyebutkan bahwa beberapa perusahaan besar, seperti PT Bayan dan Rea Kaltim, telah menunjukkan minat besar terhadap proyek ini karena dianggap lebih murah dan efisien dibandingkan penggunaan jalan tol.

"Dengan rel kereta api, jarak 115 km hanya akan ditempuh dalam waktu sekitar 2,5 jam. Berdasarkan hitungan, dalam 5 tahun modal bisa kembali. Ini akan menjadi solusi transportasi yang lebih cepat dan ekonomis bagi industri di hulu Mahakam," tutupnya. (dri)



Pasang Iklan
Top