• Selasa, 25 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Melalui inovasi Kampung Raja Mapan, Joglo Tani Kolong Langit di Kecamatan Samboja berhasil meraih apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Inovasi ini mendapatkan penghargaan berupa uang pembinaan sebesar Rp 2 miliar dari Badan Riset dan Informasi Daerah (BRIDA) Kukar.

Prestasi ini dicapai saat Joglo Tani Kolong Langit mengikuti ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2023 tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, kepada Ketua Kelompok Joglo Tani Kolong Langit, Muhtadin, di Ruang Serbaguna Bappeda Kukar, Jumat (20/9/24).

Muhtadin menjelaskan bahwa Joglo Tani Kolong Langit memiliki lahan seluas 40 hektare yang terletak di Handil 2, Kecamatan Samboja. Kelompok tani ini menerapkan konsep pertanian terpadu yang menggabungkan perkebunan dan peternakan dalam satu kawasan.

Komoditas yang dikelola antara lain melon merlin, cabai, peternakan ayam petelur tanpa kandang, serta kolam ikan air tawar. Selain itu, kelompok ini mendapatkan dukungan dan binaan dari ENI Muara Bakau, sebuah perusahaan hulu migas.

"Awalnya, kami membentuk perkumpulan petani untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, karena selama ini petani dianggap sebagai profesi pilihan terakhir," ungkap Muhtadin Jumat (20/9/24)

Ia menekankan pentingnya inovasi di sektor pertanian untuk mengatasi masalah yang dihadapi petani, seperti kurangnya kesejahteraan dan pandangan negatif terhadap profesi ini. Dari situ, lahirlah inovasi-inovasi di Joglo Tani Kolong Langit yang bertujuan memperbaiki kondisi petani dengan sistem pertanian terpadu.

Muhtadin menambahkan, salah satu kunci keberhasilan petani adalah memiliki perencanaan yang matang, baik secara harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan. Selain itu, konsep tumpang sari juga menjadi bagian penting dari inovasi yang diterapkan di Joglo Tani Kolong Langit.

"Kami berharap bisa terus berinovasi. Perjalanan ini masih panjang, dan kami tidak akan menyerah," ujarnya.

Muhtadin juga mengapresiasi pemerintah atas dukungan mereka melalui ajang lomba inovasi seperti ini. Ia berharap agar pemerintah terus memotivasi masyarakat dengan memberikan dukungan, termasuk bantuan dana, agar inovasi di sektor pertanian semakin berkembang.

"Pesan saya kepada teman-teman di desa lain, baik perorangan maupun kelompok, mari kita terus berinovasi dan berkreasi. Meskipun Joglo Tani masih jauh dari sempurna, semoga apa yang kami lakukan dapat memberikan manfaat, minimal bagi kelompok kami dan lebih-lebih bagi masyarakat luas," tutupnya. (dri)



Pasang Iklan
Top