
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Pengerjaan pengaspalan jalan (Slurry Seal) di Jembatan Kutai Kartanegara telah menyebabkan kemacetan lalu lintas akibat pemberlakuan jalan satu arah. Proses ini membutuhkan panas matahari untuk mempercepat pengerjaan, sehingga jalan hanya dapat dilalui dalam satu arah.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Linda Juniarti, menjelaskan bahwa pengaspalan memerlukan waktu sekitar dua jam dengan ketebalan aspal 8 milimeter dan panas matahari agar prosesnya optimal.
"Pengerjaan dilakukan di siang hari karena tidak dapat dilakukan di malam hari. Pengerjaan malam akan memakan waktu lebih lama karena ketergantungan pada panas matahari. Kami menunggu cuaca panas untuk hasil terbaik," ungkap Linda saat dikonfirmasi pada Kamis (21/12/23).
Slurry seal adalah metode perawatan permukaan perkerasan aspal yang digunakan untuk memperbaiki kerusakan dan melindungi permukaan yang telah aus. Proses ini melibatkan campuran emulsi aspal, agregat kecil, bahan pengikat, dan air.
"Pengaspalan ini dilakukan sepanjang kurang lebih 700 meter di dua sisi jembatan. Pengaspalan dilakukan secara sebagian demi kelancaran akses menuju Samarinda melalui jembatan ini,"katanya.
Selain pengaspalan, pemasangan Sistem Monitoring Jembatan Structure Health Monitoring System (SHMS) juga dilakukan di bawah dan di atas jembatan. Sensor ini bertujuan untuk memantau kondisi dan kapasitas jembatan sebagai bagian dari pemeliharaan.
Linda juga mengungkapkan bahwa anggaran total untuk pemasangan SHMS dan pengaspalan sekitar Rp 8 miliar. Saat ini, progres pengaspalan sudah mencapai sekitar 70 persen, dengan target selesai pada hari Jumat mendatang.
"Penyebab penundaan proyek adalah cuaca yang tidak mendukung. Kami berharap dapat menyelesaikan pengerjaan ini sesuai jadwal yang direncanakan," pungkasnya. (dri)