• Senin, 26 Februari 2024
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



Plt Kepala Disperkim Kukar Muhammad Aidil


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Pada tahun 2023 Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kukar, menganggarkan Rp 50 miliar untuk membangun sarana pengolahan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Program Pamsimas menjadi program prioritas dan masuk dalam proyek strategis pemerintah daerah, karena sudah tercatat dalam rancangan pembangunan jangka menengah daerah (RJPMD) 2022-2026.

Plt Kepala Disperkim Kukar Muhammad Aidil mengatakan bahwa program pelayanan air bersih Pamsimas pak Bupati sudah menugaskan Disperkim untuk menyelesaikan wilayah-wilayah yang belum terdapat air bersih dan pak Bupati sangat konsen, sangat perhatian kepada warga yang belum terlayani air bersih.

"Untuk tahun 2023 ini kita anggarkan kurang lebih Rp 50 miliar untuk program pamsimas. Dimana tahun ini ada 30 desa yang kita bangunkan sarana pengolahan. Dan saat ini tengah berprogres." kata Aidil Senin (3/8/23).

Kemudian ada beberapa desa yang sudah ada eksistingnya, untuk selanjutnya akan dilakukan peningkatan pelayanan air bersih. Diproyeksikan program ini akan selesai di tahun 2024 mendatang.

"Kalau untuk target, sesuai data kita punya sudah menyelesaikan sebanyak 66 unit Pamsimas yang tersebar di beberapa kecamatan yang memang dianggap sebagai daerah yang sulit dijangkau, atau belum tersentuh PDAM." jelasnya.

Namun ada beberapa kendala, sarana pembangunan pamsimas dengan dana APBN tidak maksimal pengolahannya, operasionalnya. Dan dari Disperkim Kukar fokus untuk menyelesaikan hal-hal yang belum selesai.

Aidil mengungkapkan kegiatan pembangunan Pamsimas ini berbeda beda setiap daerah, ada pembuatan sumur ada juga peningkatan pengelolaannya atau peningkatan jaringan pipanya. Tergantung nanti kebutuhan di lapangan.

Disperkim saat ini juga tengah mendata kebutuhan operasional di desa. Selain itu juga bekerjasama dengan pihak PDAM untuk melatih tenaga-tenaga yang mengoperasionalkan Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) nya atau Bumdes yang mengelola.

"Kami berharap dengan adanya program pamsimas semua warga di Kukar bisa menikmati air bersih, bukan hanya di perkotaan namun juga masyarakat yang ada di pelosok. Kami Disperkim berupaya untuk memberikan layanan air bersih bagi warga dan juga sebagai salah satu pencegahan stunting, karena salah satu penyebab stunting adalah kebutuhan air bersih yang belum tercukupi." tutupnya. (*dri/adv)

Pasang Iklan
Top