• Sabtu, 20 April 2024
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



Bupati Edi menghadiri acara Grebek Suro di Kelurahan Maluhu Kecamatan Tenggarong

TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah menghadiri acara Syukuran dan Malam Hiburan Grebeg Suro, bertempat di Simpang RT 19 JI. Barong Tongkok, Kelurahan Maluhu, Tenggarong Sabtu 29/7/23).

Grebeg Suro tersebut dilaksanakan selain menjadi tradisi juga untuk melestarikan warisan budaya. Acara dimeriahkan dengan hiburan kuda kepang Rukun Jaya Maluhu, dan penyerahan hasil bumi oleh masyarakat di RT 17, RT 18, serta RT 19 kepada Bupati Edi Damansyah.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat kelurahan maluhu, tokoh masyarakat, tokoh agama. Tradisi grebeg suro ini berjalan baik di Kukar, tentunya tidak terlepas dari rangkaian kita mensyukuri dan menikmati tahun baru hijriah 1445." ungkap Edi Sabtu (29/7/23).

Edi mengungkapkan bahwa grebeg suro yang merupakan tradisi dari para leluhur, yang tadinya hanya bisa terlaksanakan di pulau Jawa, karena masyarakat Maluhu berasal dari Jawa sehingga tradisi ini berjalan dengan baik.

"Saya menikmati dan menyaksikan rangkaian kegiatan ini seperti ada penyerahan hasil bumi dari masyarakat, tentunya hal ini memperkuat kebersamaan dan kerukunan. Sehingga dari kegiatan ini masih terjaga kebersamaan di Kelurahan Maluhu."katanya.

Edi juga mengucapkan terima kasih kepada kuda kepang rukun jaya ini sudah ada sejak tahun 1977. Dimana generasinya terus bisa terlaksana dengan baik dan sampai hari ini kuda kepang rukun jaya ini masih eksis di Kelurahan Maluhu.

Iya menambahkan tahun ini Pemerintah Kabupaten Kukar telah mengalokasikan anggaran untuk pembinaan kuda lumping Rukun Jaya sebesar Rp 200 juta. Untuk itu Edi minta manfaatkan ini dengan baik untuk peralatan dan pembinaan.

"Saya berharap kepada pengurus kesenian ini agar terus aktif, kita tidak hanya sekedar latihan namun kita akan menjadwalkan akan ada pertunjukan pertunjukan sekala kelurahan, desa dan kecamatan tidak lain maksudnya selain menampilkan hiburan tapi juga menggerakkan ekonomi mikro atau saudara saudara yang berjualan."tutupnya. (*dri)

Pasang Iklan
Top