• Senin, 26 Februari 2024
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



H Rendi Solihin Wakil Bupati Kukar

TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Wakil Bupati Kutai Kartanegara H Rendi Solihin berharap dengan adanya Program 25 ribu nelayan produktif dapat memberikan Multiplier Effect. Hal ini sesuai dengan Program Dedikasi Kukar Idaman yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026, yakni penguatan pembangunan ekonomi berbasis pertanian, pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dengan program dedikasi pengembangan pertanian berbasis kawasan, didalamnya ada upaya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) untuk memberikan fasilitas 25 ribu nelayan dan pembudidayaan perikanan Fasilitas yang diberikan berupa sarana prasarana (Sapras) dalam rangka meningkatkan produksi dan pemasaran hasil ikan.

Wakil Bupati Kukar H Rendi Solihin mengatakan nelayan di Kukar tersebar hampir disetiap kecamatan. Artinya dari sebagian besar wilayah pesisir itu nelayan tangkap dan budidaya udang windu, rumput laut. Di wilayah tengah ada produsen pembudidaya nelayan keramba, dan di hulu juga sama tangkap sungai.

"Di Kukar itu spesial menurut saya, spesialnya karena kita sudah punya semua sumber daya alam dari potensi perikanan yang ada di Kukar. Nah 25 ribu nelayan produktif kita bagikan tahun ini kurang lebih dari Rp 219 miliar, anggaran yang digelontorkan oleh DKP itu menyasar kelompok kelompok nelayan atau Pokdakan yang berada di tiga zona tadi hulu, tengah dan pesisir." ujar Rendi.

Ia mengungkapkan jadi tidak ada satu kecamatan yang mendominasi, kerena hampir 20 kecamatan di Kukar ada sumber daya alamnya maupun nelayannya.

"Kami berharap ada Multiplier Effect dari bantuan-bantuan yang kami serahkan. Ini semua saling berhubungan, artinya dari bantuan perikanan ini juga ada yang menyasar kepada DTKS kita atau masyarakat pra sejahtera yang bergerak di bidang perikanan akan mendapatkan bantuan langsung." ungkapnya.

Hal tersebut, diyakini bisa membantu perekonomian keluarga pra sejahtera di Kukar. Selain itu Dirinya juga berharap ada kuantitas dan kualitas untuk perikanan kita kedepannya menyambut IKN yang akan ada di Kaltim. Kebutuhan perikanan, pertanian dalam arti luas pasti akan mendominasi.

Seperti diketahui Kukar salah satu programnya adalah peningkatan sektor pertanian dalam arti luas selain peningkatan ekonomi di bidang pariwisata. Dalam sektor perikanan yang akan kembangkan segala bentuk potensial yang ada di Kukar untuk terus dikembangkan.

"Ada beberapa variabel yang sudah kelihatan dengan adanya IKN yang masuk di wilayah kita. Contohnya penduduk yang terus meningkat, kebutuhan pangan juga kita jalankan dengan jumlah penduduk yang sangat meningkat di Kaltim khususnya di Kukar." terangnya.

Sementara Kepala DKP Kukar Muslik mengatakan fokus program pada fasilitasi sarana dan prasarana 25.000 nelayan dan pembudidaya perikanan produktif dalam upaya pemasaran. peningkatan produksi dan akses

Adapun bentuk kegiatannya yaitu bantuan berupa sarana produksi perikanan kepada nelayan dan pembudidaya ikan miskin, bantuan kepada kelompok nelayan, ke kelompok pembudidaya ikan, kelompok masyarakat pengolah hasil perikanan dan kelompok masyarakat pengawas perikanan.

"Salah satunya di Kecamatan Loa Kulu, pada tahun 2023 mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp. 5.892.094.000 didistribusikan kepada 33 kelompok pembudidaya ikan dan kelompok nelayan berupa sarana produksi perikanan seperti alat tangkap ikan kawat tempirai dan rengge, mesin ketinting, keramba, pakan ikan, benih ikan unggul, dan induk ikan unggul." sebutnya.

Ia menambahkan untuk di Loa Kulu ada 4 Kelompok yang menerima bantuan diantaranya Pokdakan Lamin Manila Sejahtera, Pokdakan Mina Mitra Jaya, KUB Cahaya Ketari, dan KUB Mitar Mahakam. Dengan total bantuan berupa Induk Ikan Unggul sebanyak 1.200 kg, Pakan Ikan 14.000 kg, dan Kawat Tempirai 284 Roll. (*dri/adv)

Pasang Iklan
Top