• Selasa, 05 Maret 2024
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



Sutikno

TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dibawah kepemimpinan Bupati Kukar Edi Damansyah dan Wakil Bupati H Rendi Solihin telah menentukan arah kebijakan dan strategi pembangunan lima tahun kedepan, yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026.

Salah satunya misi ke tiga Kukar Idaman itu adalah memperkuat pembangunan ekonomi berbasis pertanian, pariwisata dan ekonomi kreatif (Ekraf). Dalam misi tersebut diterjemahkan dalam proyek strategis pembangunan, yang terdiri dari pembangunan pertanian berbasis kawasan, hilirisasi produk pertanian.

Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Kukar Sutikno mengatakan bahwa berdasarkan RPJMD, program pembangunan ekonomi berbasis kawasan. Dimana telah ditetapkan ada lima kawasan pertanian padi sawah.

"Lima kawasan ini ditetapkan dengan luasan diatas seribu hektar." kata Sutikno kepada KutaiRaya.com Senin (25/4/2022).

Adapun kawasan tersebut, yakni Kawasan I meliputi Sebulu - Muara Kaman yang terdiri dari Desa Sumber Sari, Manunggal Jaya, Cipare Makmur, Sido Mukti, Panca Jaya dan Bunga dengan luas lahan 1.520,63 hektar.

Kemudian Kawasan II Tenggarong Seberang 1 terdiri Desa Bangun Rejo, Karang Tunggal, Manunggal Jaya, Bukit Raya, Loa Lepu, Teluk Dalam, Loa Ulung dan Embalut luas lahan 1.650,05 hektar. Kawasan III Tenggarong Seberang 2 yaitu di Desa Kertabuana, Buana Jaya, Bukit Pariaman, Sukamaju dan Separe luas lahan 2.166,71 hektar.

Kawasan IV Tenggarong - Loa Kulu terdiri dari Kelurahan Bukit Biru, Jahab, Desa Jembayan, Sumber Sari, Sepakat, Ponoragan dan Rempanga dengan luas 1.216,71 hektar. Dan terakhir Kawasan V Marangkayu terletak di Desa santan Ulu, Semangko dan Sebuntal luas lahan 1.082,16 hektar.

Diungkapkan Sutikno lima kawasan ini ditetapkan karena Pemkab Kukar dibawah kepemimpinan Bupati Edi Damansyah berkeinginan bahwa pertanian sudah harus berbasis modern, mulai dari mengolah tanah sampai panen itu akan menggunakan mesin.

Selain itu juga ada pembangunan jaringan irigasi, jalan usaha tani, embung dan parit sehingga kawasan tersebut bisa terkoneksi semua. Jadi tidak berdasarkan berdasarkan parsial lagi tapi ada kawasan.

"Pemkab Kukar telah menganggarkan di Dinas Pertanian untuk mengawal lima kawasan pertanian yaitu sebesar Rp 39 miliar yang akan digunakan untuk pembangunan di lima kawasan tersebut." tetangnya.

Dia menyebut untuk pembangunan jalan usaha tani sudah mulai dikerjakan mulai bulan April ini di Sebulu, Manunggal Jaya, Tenggarong, dan Loa Kulu. Saat ini material sudah masuk dan tinggal pengerjaannya dengan target 2-3 bulan penyelesaiannya.

Pembangunan tersebut bertujuan untuk mensukseskan program Kukar Idaman yaitu pembangunan salah satunya jalan usaha tani sepanjang 120 kilometer dan 120 embung.

Jadi pembangunan tersebut diawali dengan jalan usaha tani kemudian jaringan irigasi, embung, dan dum parit yang masih dalam perencanaan.

"Target kita paling tidak di bulan Agustus dan September sudah bisa selesai semua kegiatannya gak ada yang lewat tahun lagi." ucapnya."

"Harapan kita ada kerjasama dengan stakeholder yang lain agar semua bisa berjalan dengan baik.Dan harapan kami apa yang diinginkan bapak Bupati Edi Damansyah kedepannya bisa terjawab di tahun ini sesuai visi misi Kukar Idaman, targetnya di 2022 program ini harus clear dan 2023 lebih clear lagi." pungkasnya. (*dri/adv)

Pasang Iklan
Top