• Sabtu, 05 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Pergeseran tanah yang berada di Jalan Oloy, Desa Kayu Batu, Kecamatan Muara Muntai, Sabtu (5/9/2026).(Foto: Pemdes Kayu Batu)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Warga Desa Kayu Batu, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai khawatir setelah muncul pergeseran dan penurunan tanah di Jalan Oloy.

Kondisi ini diduga menjadi tanda longsor susulan, setelah sebelumnya lokasi tersebut juga mengalami longsor.

Kepala Desa Kayu Batu, Andri Sofyiandani mengatakan, pergerakan tanah mulai terlihat sekitar 2 hari lalu.

Lokasi tersebut berada sekitar 150 meter dari titik longsor sebelumnya.

"Awalnya ada penurunan di sana. Kurang lebih dari titik longsor sebelumnya sekitar 150 meter. Saya datang langsung ke sana dan melihat ada pergeseran tanah," ujar Andri kepada KutaiRaya.com, Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, kondisi tanah terus mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.

Jika sebelumnya penurunan masih sekitar 40 hingga 50 centimeter, kini bagian tanah tersebut telah turun hingga sekitar satu meter.

"Awalnya hanya ada retakan dan pergeseran tanah. Tapi dalam 2 hari ini sudah ada pergerakan. Sampai tadi malam dan pagi ini sudah sekitar satu meter," tuturnya.

Penurunan tanah ini juga terlihat pada bagian badan jalan yang sudah dicor.

Kondisi itu membuat pemerintah desa meningkatkan kewaspadaan karena pergerakan tanah masih terjadi.

Pihak desa telah berkoordinasi dengan Kecamatan Muara Muntai dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar.

Bahkan, petugas dari PU telah turun langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi terbaru.

"Mereka juga mengambil titik-titik koordinat karena melihat kondisi itu. Kurang lebih 50 meteran, bahkan lebih besar daripada yang kemarin tanahnya yang turun," ujarnya.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, pemerintah desa juga telah memasang spanduk peringatan dan memberlakukan sistem satu arah di lokasi tersebut.

Kendaraan yang melintas diminta bergantian dan berhati-hati.

Sementara itu, Camat Muara Muntai, Mulyadi mengemukakan, pihak kecamatan sebelumnya juga telah mengambil langkah dengan menutup bagian jalan yang dianggap berisiko.

Namun, akses di bagian lainnya masih dapat digunakan masyarakat.

Ia menegaskan koordinasi dengan pemerintah daerah terkait kondisi Jalan Oloy sebenarnya telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu.

Bahkan, sekitar sepekan lalu, pihak kecamatan sudah mengirimkan surat kepada Dinas PU dengan tembusan kepada Bupati dan Sekda Kukar.

Ia berharap kondisi tersebut tidak semakin parah, terutama jika hujan kembali turun.

Sebab pergerakan tanah dikhawatirkan dapat bertambah dan mengganggu akses masyarakat.

Ia mengatakan, pemerintah daerah diharapkan segera kembali turun ke lapangan untuk melihat kondisi tanah dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

"Insya Allah mungkin dalam waktu dekat mereka akan ke lapangan lagi melihat situasi dan kondisi," katanya.

Terkait apakah jalan tersebut nantinya akan diperbaiki atau justru mengoptimalkan jalur alternatif, ia menilai perlu dilakukan penelitian terlebih dahulu terhadap kondisi tanah.

"Kami melihat ini perlu ada penelitian kembali untuk melihat situasi dan kontrol tanah yang ada di situ. Teman-teman PU yang punya otoritas untuk itu," katanya.

Ia berharap ada tindakan dari pemerintah, apakah nanti ada penanganan seperti apa, supaya kondisi jalan ini masih bisa dipakai dan layak untuk digunakan seterusnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top