• Rabu, 02 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kondisi Rumah warga yang terdampak, Senin (31/8/2026).(Foto: Dok. Kades Jembayan)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Warga Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), diteror longsor.

Kali ini sejumlah rumah warga amblas. Wargapun diminta tidak lagi tinggal sementara di kawasan yang rawan tersebut.

Longsor susulan terjadi pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 17.50 WITA.

Beruntung tidak ada korban jiwa karena penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum bangunan ambruk.

Kepala Dusun Margasari, Haerudi mengatakan, rumah warga tersebut hancur dan masuk ke sungai.

Pergeseran tanah juga masih berpotensi terjadi di sekitar permukiman.

"Rumah warga kami hancur dan larut ke sungai. Ada satu rumah yang larut, beruntung warga sempat keluar. Pergeseran tanah ini tidak langsung membuat rumah ambruk," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Jembayan, Erwin menyebutkan, longsor terjadi secara tiba-tiba dengan pergerakan tanah dari arah hilir menuju hulu.

Lokasinya hanya berjarak beberapa meter dari titik longsor sebelumnya.

"Jadi kemarin sekitar pukul 17.50 WITA tiba-tiba saja terjadi longsor. Ada satu rumah yang total masuk ke sungai, kemudian satu rumah lagi bagian badannya sudah terdampak," ujarnya kepada KutaiRaya.com, Selasa (1/9/2026).

Ada 5 kepala keluarga (KK) yang terdampak akibat kejadian tersebut.

Untuk sementara, warga terdampak mengungsi ke rumah keluarga maupun tetangga yang dinilai lebih aman.

Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar dan mengajukan bantuan kepada sejumlah instansi.

BPBD juga telah menyalurkan bantuan sembako untuk 5 KK terdampak.

"Malam kami koordinasi, kemudian siang ini ditindaklanjuti dengan surat resmi. Kami juga bersurat ke Baznas dan Dinas Sosial," tuturnya.

Ia memperkirakan kerugian akibat longsor mencapai lebih dari ratusan juta rupiah.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak tinggal sementara di kawasan tersebut karena masih terdapat potensi longsor susulan.

Menurutnya, keselamatan warga harus menjadi prioritas.

"Saya pikir lahan itu jangan ditinggali lagi karena sangat berbahaya untuk keselamatan," tuturnya.

Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena pergerakan tanah di Margasari tidak selalu menunjukkan tanda-tanda sebelum longsor terjadi.

"Tiba-tiba begitu bergerak langsung ambrol. Jadi tidak selalu memberikan tanda, misalnya hari ini bergerak, besok baru ambrol. Tidak seperti itu," ucapnya.

Terkait penyebab longsor, pemerintah desa belum dapat memastikan.

Ia mengemukakan, pihaknya masih menunggu kajian dari tim ahli. (*Zar)



Pasang Iklan
Top