
Kegiatan yang berlangsung di PT MGRM, Sabtu (25/7/2026), (foto:Achmad Nizar/KutaiRaya).
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di kalangan jurnalis.
Salah satunya melalui pembekalan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan pelatihan public speaking yang diikuti wartawan di Kukar.
Kegiatan ini berlangsung di Aula PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM), Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan ini juga digelar sebagai upaya memperkuat kompetensi, sekaligus memastikan insan pers menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.
Ketua PWI Kukar, Andi Wibowo mengatakan, pembekalan tidak hanya berfokus pada pemahaman kode etik jurnalistik, tetapi juga membekali wartawan dengan kemampuan berbicara di depan publik melalui pelatihan yang menghadirkan master public speaking dari Akademi Semesta Samarinda, I Made Kartasaya
"Alhamdulillah hari ini PWI Kukar mengadakan pembekalan Kode Etik Jurnalistik untuk teman-teman wartawan. Selain itu, kami juga menggelar pelatihan public speaking," ujarnya kepada awak media.
Ia menjelaskan peningkatan kapasitas wartawan menjadi hal penting agar kerja-kerja jurnalistik di lapangan tetap berjalan sesuai aturan.
Menurutnya, setiap wartawan harus menjadikan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik sebagai pedoman dalam menjalankan tugas.
"Harapan kami, kegiatan ini mampu meningkatkan kapasitas dan kompetensi teman-teman wartawan," katanya.
Ia berharap melalui pembekalan tersebut akan lahir insan pers di Kukar yang semakin profesional, memiliki integritas tinggi, serta mampu menyajikan informasi yang akurat dan bertanggung jawab kepada masyarakat.
"Ke depannya kami ingin melahirkan wartawan Kukar yang profesional dan bertanggung jawab dalam setiap produk jurnalistik yang dihasilkan," tuturnya.
Sementara itu, Plt.Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar, Solihin, mengapresiasi setinggi-tingginya atas kegiatan PWI Kukar dalam meningkatkan kompetensi para wartawan.
Menurutnya, pers memiliki peran yang sangat penting, bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai kontrol sosial, penghubung antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus mitra pembangunan daerah yang turut menentukan arah kemajuan daerah.
Ia menilai perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat membuat tantangan dunia jurnalistik semakin kompleks.
Informasi kini menyebar dalam hitungan detik, sehingga wartawan dituntut memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menyajikan berita yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya.
"Arus informasi bergerak tanpa batas dan masyarakat semakin bergantung pada media sebagai sumber informasi. Karena itu, wartawan tidak hanya dituntut mampu mencari dan menyampaikan berita, tetapi juga menjaga akurasi, integritas, dan etika profesi," ucapnya.
Ia menegaskan, Kode Etik Jurnalistik dan Kode Perilaku Wartawan harus menjadi landasan dalam setiap kerja jurnalistik agar kepercayaan publik terhadap media tetap terjaga.
"Kode Etik Jurnalistik dan Kode Perilaku Wartawan merupakan fondasi utama yang harus dijunjung tinggi oleh setiap insan pers dalam menjalankan tugasnya,"tuturnya. (*zar)