• Minggu, 26 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Video viral pengeroyokan, di Jalan Lapangan Tembak Lambada, RT 33, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Selasa (21/7/2026).(Foto: Polsek Balikpapan Timur)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Seorang guru SDN 017 Balikpapan Timur, MA diduga menjadi korban pengeroyokan setelah menegur seorang siswa yang kedapatan merokok saat masih mengenakan seragam sekolah. Peristiwa itu terjadi di Jalan Lapangan Tembak Lambada, RT 33, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 13.20 Wita.

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy melalui Kapolsek Balikpapan Timur, AKP Muhammad Chusen mengatakan kasus tersebut kini tengah ditangani Polsek Balikpapan Timur. Unit Intelkam setempat telah melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) pada Rabu (22/7/2026) untuk mengungkap kronologi dan pihak-pihak yang terlibat.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, insiden bermula ketika MA melintas di Jalan Mulawarman, Kelurahan Teritip. Saat itu ia melihat seorang siswa mengendarai sepeda motor sambil merokok meski masih mengenakan seragam sekolah.

"Sebagai seorang pendidik, korban kemudian memberikan teguran secara lisan agar siswa tersebut tidak merokok saat masih memakai seragam. Namun, teguran itu justru mendapat penolakan," terangnya pada hari Sabtu, 25 Juli 2026.

Menurut hasil penyelidikan, siswa tersebut sempat menjawab, "Kenapa kamu tegur saya? Orang tua saya saja tidak pernah marahi saya."

Untuk menghindari keributan yang mulai menarik perhatian warga, korban memilih meninggalkan lokasi. Namun, ia diduga diikuti oleh tiga orang siswa bersama orang tua salah satu siswa dan seorang paman siswa hingga ke Jalan Lapangan Tembak Lambada.

Sesampainya di lokasi, korban berusaha menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Ia meminta maaf apabila tegurannya menimbulkan kesalahpahaman dan menegaskan bahwa dirinya hanya menasihati secara lisan tanpa melakukan pemukulan.

Namun, salah seorang siswa disebut mengaku kepada keluarganya bahwa dirinya dipukul oleh korban. MA membantah tuduhan tersebut dan kembali menjelaskan bahwa dirinya hanya memberikan teguran.

"Situasi kemudian memanas setelah salah seorang siswa diduga berkata, "Banyak betul omonganmu." Tak lama berselang, paman siswa tersebut diduga melakukan pemukulan terhadap korban yang kemudian diikuti oleh tiga siswa lainnya hingga terjadi dugaan pengeroyokan," katanya.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak seorang perempuan berusaha melerai keributan. Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, perempuan tersebut diketahui bernama Roslindah, istri korban yang juga berprofesi sebagai guru Sosiologi di SMA Negeri 7 Balikpapan.

Polisi telah mengidentifikasi salah satu terduga pelaku berinisial F yang masih berstatus pelajar. Sementara identitas terduga pelaku lainnya masih dalam proses pendalaman.

Atas kejadian ini, korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Balikpapan Timur dan menjalani pemeriksaan medis (visum). Penyidik saat ini masih memeriksa korban serta sejumlah pihak terkait, untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi dan peran masing-masing dalam kasus tersebut.

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan seorang tenaga pendidik yang diduga menjadi korban kekerasan saat menjalankan perannya memberikan pembinaan kepada seorang siswa. Polisi memastikan proses penyelidikan terus berlanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Las)



Pasang Iklan
Top