• Minggu, 26 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo saat membuka FGD bertajuk Gravity 2026 yang diselenggarakan IYD Local Chapter Kalimantan Timur bersama komunitas Youth Kalimantan, di Aula Kelurahan Sepinggan Raya, Sabtu (25/7/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengajak generasi muda untuk berani bermimpi menembus dunia internasional dengan memperkuat budaya literasi, kemampuan berbahasa asing, dan kepedulian terhadap isu-isu global.

Pesan tersebut disampaikannya saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Graffiti 2026 yang diselenggarakan Indonesian Youth Diplomacy (IYD) Local Chapter Kalimantan Timur bersama komunitas Youth Kalimantan, di Aula Kelurahan Sepinggan Raya, pada hari Sabtu, 25 Juli 2026.

Dalam forum yang mengangkat tema Ketahanan Pangan dan Kesehatan Global itu, Bagus menilai anak muda tidak cukup hanya menjadi penonton perkembangan dunia, tetapi harus terlibat aktif sebagai bagian dari solusi.

Menurutnya, literasi masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Ia mengingatkan bahwa membaca merupakan fondasi untuk menguasai ilmu pengetahuan sekaligus membuka peluang bersaing di tingkat global.

"Kalau ingin menguasai ilmu pengetahuan, kita harus membaca, membaca, dan membaca. Literasi menjadi bekal utama untuk masa depan generasi muda," ujarnya.

Bagus mengatakan saat ini kesempatan melanjutkan pendidikan semakin terbuka melalui berbagai program pendidikan gratis maupun beasiswa, termasuk beasiswa LPDP untuk jenjang magister dan doktor. Kesempatan tersebut, menurutnya, harus dimanfaatkan dengan meningkatkan kemampuan bahasa asing dan memperluas wawasan internasional.

Ia berharap semakin banyak pemuda Balikpapan yang berani menempuh pendidikan di luar negeri, kemudian kembali untuk membangun daerah melalui pemerintahan, dunia usaha, maupun berbagai sektor lainnya.

Selain menekankan pentingnya literasi, Bagus juga mengapresiasi inisiatif Youth Kalimantan yang menghadirkan ruang diskusi mengenai ketahanan pangan dan kesehatan global. Menurutnya, kegiatan yang digagas langsung oleh anak muda menunjukkan meningkatnya kepedulian generasi muda terhadap isu-isu strategis nasional.

"Ketahanan pangan merupakan salah satu program prioritas nasional dalam Asta Cita Presiden. Karena itu, Pemerintah Kota Balikpapan mendukung penuh berbagai kegiatan yang mendorong keterlibatan anak muda dalam isu tersebut," katanya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan, Pemkot Balikpapan saat ini juga mulai merevitalisasi kawasan cetak sawah di Balikpapan Timur.

Dalam kesempatan itu, Bagus turut mengingatkan peserta agar memiliki karakter yang kuat serta mampu menjauhi berbagai pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkotika, sehingga dapat menjadi generasi yang tangguh dan siap menghadapi tantangan zaman.

Sementara itu, Chair Indonesian Youth Diplomacy (IYD) Local Chapter Kalimantan Timur, Farah, menjelaskan Graffiti 2026 dirancang sebagai forum diskusi yang lebih interaktif agar peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai ketahanan pangan dan kesehatan global.

Meski semula dirancang untuk 100 peserta, jumlahnya dibatasi menjadi 50 orang agar diskusi berlangsung lebih intensif.

"Kami ingin suasananya lebih intim sehingga peserta bisa berdialog langsung dengan para narasumber," kata Farah.

Untuk memperkaya wawasan peserta, panitia menghadirkan Jessy, delegasi Y20 Indonesia, yang berbagi pengalaman mengenai isu ketahanan pangan dan kesehatan global dalam berbagai forum internasional.

Farah berharap kesempatan tersebut dimanfaatkan peserta untuk aktif berdiskusi dan bertanya sehingga mampu memperluas perspektif mereka terhadap berbagai tantangan global.

Melalui kegiatan ini, IYD Kalimantan Timur berharap lahir lebih banyak pemuda yang tidak hanya peduli terhadap persoalan daerah, tetapi juga memiliki kapasitas dan daya saing untuk berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional. (Las)



Pasang Iklan
Top