
Tim SAR Gabungan saat menemukan jenazah korban anak yang tenggelam, di Pantai Kemala Beach, Balikpapan, pada Minggu (12/7/2026).(Foto: Basarnas)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Operasi pencarian selama hampir 24 jam terhadap Abizar (12), bocah yang terseret arus saat berenang di Pantai Kemala Beach, Balikpapan, akhirnya berakhir duka. Tim SAR Gabungan menemukan korban pada Minggu (12/7/2026) pagi dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 200 meter dari lokasi awal ia dilaporkan tenggelam.
Korban ditemukan pukul 09.25 WITA setelah tim melakukan penyisiran intensif melalui jalur perairan dan pemantauan di sekitar lokasi kejadian sejak Sabtu (11/7/2026). Jenazah kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Balikpapan untuk penanganan lebih lanjut.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu sekitar pukul 09.30 WITA. Saat itu Abizar berenang bersama tiga temannya di kawasan Pantai Kemala Beach. Namun kondisi air yang sedang pasang disertai arus cukup kuat membuat korban terseret ke tengah laut hingga tenggelam. Sementara tiga rekannya berhasil menyelamatkan diri.
Hanya berselang sekitar 10 menit setelah kejadian, Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan menerima laporan dan langsung mengerahkan Tim Rescue bersama unsur SAR Gabungan ke lokasi. Berbagai metode pencarian dilakukan, mulai dari penyisiran menggunakan sarana SAR di perairan hingga pemantauan di sekitar bibir pantai.
Danru Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Nur Ngalim, mengatakan korban berhasil ditemukan sekitar 200 meter dari titik awal kejadian. Menurutnya, keberhasilan operasi merupakan hasil kerja sama seluruh unsur yang terlibat.
"Korban berhasil ditemukan pada pukul 09.25 WITA sekitar 200 meter dari lokasi kejadian dan langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Balikpapan," jelasnya.
Nur Ngalim mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah bekerja sama sejak awal operasi hingga korban berhasil ditemukan.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi ditutup setelah dilakukan debriefing. Seluruh personel yang terlibat kembali ke satuan masing-masing untuk melanjutkan kesiapsiagaan menghadapi potensi keadaan darurat lainnya.
Operasi SAR melibatkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan bersama Ditsamapta Polda Kalimantan Timur, Lanal Balikpapan, Brimob Polda Kalimantan Timur, Satpolairud Polda Kalimantan Timur, Polres Balikpapan, BPBD Balikpapan, relawan, komunitas Info Bencana, serta keluarga korban.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan bahaya arus laut di kawasan wisata pantai. Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi cuaca, arus, maupun gelombang saat beraktivitas di perairan.
Pengawasan terhadap anak-anak juga perlu ditingkatkan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, terutama saat air pasang dan arus laut sedang kuat. (Las)