• Sabtu, 30 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Palang parkir di Tenggarong.(Foto:Achmad Rizki/Kutairaya)

TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Masyarakat Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menduga pengelolaan parkir oleh pemerintah daerah tak transparan.

Pasalnya, meskipun pengelolaan parkir saat ini menggunakan mesin atau palang parkir, tapi mesin itu tak mengeluarkan karcis.

Sehingga ini berpotensi uang parkir dari masyarakat tak disetorkan ke daerah.

Salah seorang warga Tenggarong, Muhammad Aris mengatakan, seringkali masuk ke kantor parkir yang menggunakan palang parkir, tapi tak mengeluarkan karcis.

Tapi ketika dipungut, karcis itu juga tak diberikan petugas.

"Karcis itu tak keluar, tapi saya masih bayar parkir," kata Aris kepada Kutairaya, Jumat (29/5/2026).

Ia menegaskan, bukan mempersoalkan nominal retribusi parkir.

Ia mengemukakan, kalau sistemnya seperti ini menimbulkan potensi kecurangan dalam penyetoran keuangan ke daerah.

"Ini bisa menimbulkan kecurangan, karena setiap masyarakat membayar parkir tidak diberi karcis. Padahal petugas yang jaga itu resmi dari Dishub Kukar," tuturnya.

Dia berharap pemerintah daerah dapat memperbaiki sistem pengelolaan parkir yang baik, sehingga tak menimbulkan persepsi negatif dari masyarakat.

Menanggapi hal ini, operator palang parkir yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, mesin palang parkir ini sudah rusak lama dan belum ada perbaikan atau penggantian dari pemerintah daerah.

"Saya tak mengetahui terhadap mesin itu belum diperbaiki atau diganti," ucapnya.

Ia kerap menerima keluhan masyarakat yang mempertanyakan mesin karcis yang tak keluar.

Tapi, meskipun karcis itu tak keluar, petugas tetap memberikan karcis kepada masyarakat yang ingin membayar. (ary)



Pasang Iklan
Top