
Ketua RT 16, Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong, Agus Faritno Senin (25/5/2026).(Foto: Andri Wahyudi/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Viral video penampakan pocong yang disebut-sebut terjadi di wilayah RT 16 Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), akhirnya terungkap hanyalah konten rekayasa yang dibuat menggunakan aplikasi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), salah satunya ChatGPT.
Ketua RT 16 Loa Ipuh, Agus Faritno mengatakan, video tersebut awalnya dibuat oleh anak-anak sekolah dasar untuk konten TikTok bersama teman-temannya.
Namun setelah tersebar di media sosial dan ditambahkan berbagai tulisan meyakinkan, video itu memicu keresahan masyarakat.
“Aplikasi yang digunakan disebut ChatGPT. Dalam video itu ditambahkan berbagai tulisan dan caption supaya orang percaya kalau memang ada pocong di sini, padahal sebenarnya tidak ada apa-apa,” katanya kepada awak media, Senin (25/5/2026).
Menurut Agus, dirinya semula tidak memahami bagaimana video tersebut dibuat.
Ia baru mengetahui setelah video ramai diperbincangkan dan banyak warga datang langsung ke lokasi untuk memastikan kabar yang beredar.
“Saya soal media itu kurang paham. Baru tadi malam saya tahu ternyata anak-anak membuat video TikTok bersama teman-teman SD-nya. Rupanya ada yang membagikan video itu lalu menyebar ke Facebook dan akhirnya viral,” katanya.
Ia menjelaskan, proses pembuatan video dilakukan dengan mengambil gambar lokasi terlebih dahulu, kemudian ditambahkan efek visual berupa sosok pocong melalui aplikasi edit berbasis AI.
“Dipotong dari luar, terus ditambahkan gambar pocong begitu,” tuturnya.
Selain itu, Agus juga membantah kabar mengenai rekaman CCTV yang disebut memperlihatkan penampakan misterius.
Menurutnya, posisi kamera CCTV berada di atas dan mengarah ke bawah sehingga gambar yang muncul tidak jelas, seperti yang ramai dibicarakan di media sosial.
“Kalau dilihat dari posisi CCTV dan kondisi tempatnya, kameranya itu dari atas. Jadi sebenarnya tidak seperti yang dibayangkan orang-orang,” ucapnya.
Akibat viral video tersebut, lokasi di RT 16 Loa Ipuh sempat ramai didatangi warga dari berbagai daerah.
Bahkan ada masyarakat yang datang hanya untuk memastikan lokasi yang disebut dalam video.
“Saya baru tahu kemarin pagi. Tiba-tiba banyak orang datang ke sini, anak-anak SD sampai ibu-ibu,” katanya.
Sementara itu Kabag Ops Polres Kukar, AKP Ecky Widi Prawira mengatakan, pihak kepolisian telah menerima informasi terkait video viral tersebut dan melakukan pengecekan melalui tim siber.
“Itu informasi sudah kami terima dan kami cek melalui tim cyber. Video tersebut dipastikan bukan berasal dari Tenggarong,” ujarnya.
Ia menegaskan masyarakat perlu lebih bijak dalam menerima informasi di media sosial, terlebih dengan maraknya penggunaan teknologi AI yang dapat memanipulasi gambar maupun video sehingga tampak seolah nyata.
“Kami mengimbau masyarakat jangan mudah percaya dan jangan langsung menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” ucapnya. (Dri)