• Rabu, 13 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Anggota DPRD Kaltim Akhmed Reza Pahlevi usai menghadiri Kegiatan Sedekah Bumi di Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, Rabu (13/5/2026).(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pelaksanaan Bersih Desa Sedekah Bumi di Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (13/5/2026), tidak hanya menjadi perayaan tradisi tahunan masyarakat, tetapi juga wadah menyatukan budaya, gotong royong, dan aspirasi pembangunan desa.

Kegiatan yang dipusatkan di Kantor BPD Desa Ponoragan itu dihadiri Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Akhmed Reza Pahlevi, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta ratusan warga.

Pada kesempatan itu, Anggota DPRD Kaltim, Akhmed Reza Pahlevi menilai tradisi Bersih Desa memiliki makna penting sebagai simbol persatuan masyarakat, sekaligus momentum memperkuat perhatian terhadap pembangunan desa.

“Kami dari DPRD Provinsi Kaltim mengucapkan selamat dan sukses atas pelaksanaan Bersih Desa ini. Kegiatan seperti ini menjadi momentum kebersamaan dan harapan agar Desa Ponoragan semakin maju serta sejahtera,” ujarnya.

Reza mengemukakan, dari dialog bersama tokoh masyarakat, terdapat harapan besar agar pembangunan di Desa Ponoragan terus ditingkatkan, terutama melalui penguatan infrastruktur dan pengelolaan potensi sumber daya alam desa.

Menurutnya, Ponoragan memiliki hasil bumi yang cukup potensial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat apabila dibarengi dukungan pembangunan yang terarah.

“Desa ini memiliki sumber daya yang baik. Jika dikelola dengan kolaborasi antara pemerintah desa, Pemkab Kukar, dan Pemerintah Provinsi Kaltim, tentu akan memberikan dampak positif bagi kemajuan desa,” katanya.

Ia menegaskan DPRD Kaltim akan terus mendorong pemerataan pembangunan desa di seluruh wilayah, termasuk melalui peningkatan infrastruktur yang menjadi kebutuhan utama masyarakat pedesaan.

Sementara itu Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji menuturkan tradisi Sedekah Bumi sebagai bagian penting dari warisan budaya bangsa yang harus terus dijaga.

“Ini adalah tradisi tahunan, tetapi yang paling utama adalah semangat gotong royongnya. Nilai luhur budaya bangsa seperti ini jangan sampai hilang. Mari kita jaga desa agar tetap bersih, sehat, dan berjaya,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Desa Ponoragan, Sarmin menegaskan kegiatan tersebut sepenuhnya lahir dari partisipasi masyarakat.

“Yang punya hajatan ini seluruh masyarakat. Pemerintah desa hanya mendukung. Warga membawa makanan sendiri, berkumpul, lalu saling berbagi. Ini bentuk nyata kebersamaan masyarakat kami,” tuturnya.

Sarmin menambahkan, kehadiran para pemimpin daerah dalam kegiatan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga, sekaligus menunjukkan perhatian terhadap kehidupan sosial dan budaya masyarakat desa. (Dri)



Pasang Iklan
Top