
Sekretaris Dispora Kukar, Dery Wardhana.(Foto : Achmad Nizar/KutaiRaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan perawatan dan perbaikan sejumlah fasilitas olahraga dilakukan secara bertahap hingga tahun 2026.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi aset olahraga yang sudah berusia cukup lama agar tetap layak digunakan para atlet dan masyarakat, salah satunya yang baru-baru ini dikeluhkan dari cabor Gulat Mengenai GOR Bela Diri Stadion Rondong Demang yang dinilai kurang.
Sekretaris Dispora Kukar, Dery Wardhana mengatakan, pihaknya telah melakukan inventarisasi terhadap berbagai fasilitas olahraga yang membutuhkan perhatian, termasuk gedung bela diri yang berada di kawasan Stadion Rondong Demang.
Menurutnya, kondisi beberapa bangunan memang sudah mengalami penurunan kualitas karena usia bangunan yang telah mencapai lebih dari 10 tahun. Karena itu, perbaikan dan pemeliharaan dinilai menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
"Tahun ini mudah-mudahan bisa direalisasikan untuk perbaikan beberapa titik. Memang belum bisa semuanya sekaligus karena aset yang dimiliki Dispora cukup banyak, jadi dilakukan secara bertahap," ujarnya pada KutaiRaya.com, Minggu (10/5/2026).
Dispora Kukar saat ini masih berfokus pada penataan fasilitas olahraga di kawasan Stadion Aji Imbut, seperti velodrome, lapangan mini soccer, hingga Stadion Utama Aji Imbut.
Setelah itu, nantinya akan bergeser ke fasilitas lain seperti mess atlet yang selama ini sering digunakan cabang olahraga dan organisasi kepemudaan untuk berbagai kegiatan. Selain itu, kolam renang yang sebelumnya telah diperbaiki juga akan terus mendapatkan pemeliharaan agar tetap berfungsi optimal.
Ia menjelaskan, perawatan fasilitas olahraga dilakukan agar aktivitas latihan para atlet tidak terganggu. Dispora berharap kondisi sarana olahraga yang lebih baik nantinya bisa meningkatkan kenyamanan atlet dalam menjalani latihan rutin.
"Harapannya tentu supaya teman-teman cabang olahraga lebih mudah dan nyaman saat latihan sehari-hari," katanya.
Tidak hanya gedung bela diri, sejumlah fasilitas olahraga lain seperti gedung squash juga mengalami kondisi serupa dan membutuhkan perbaikan. Namun karena banyaknya aset olahraga peninggalan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang harus dirawat, proses pemeliharaan dilakukan secara bergiliran sesuai prioritas.
"Kepala Dispora Kukar juga telah mengarahkan seluruh bidang teknis untuk terus mendata dan mengevaluasi fasilitas yang membutuhkan penanganan segera," tutupnya. (*Zar)