• Jum'at, 08 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ternak Sapi Di Tenggarong (Foto : Andri wahyudi/kutairaya)

TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Jelang Hari Raya Iduladha, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai memperketat pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban di sejumlah titik penjualan sapi di Tenggarong dan sekitarnya.

Salah satu pemilik usaha hewan kurban di Jalan Tambak Rel, Muji Burahman, mengemukakan, tahun ini jumlah sapi yang disediakan jauh menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Jika biasanya ia mampu menyediakan hingga ratusan ekor sapi, kini stok yang tersedia hanya sekitar 50 ekor.

Menurut Muji, keterbatasan stok membuat dirinya lebih banyak mengandalkan sapi dari peternak lokal dibandingkan mendatangkan dari luar daerah.

"Saya lebih fokus mengambil sapi dari masyarakat lokal. Jadi masyarakat yang memelihara, kemudian kita beli. Ini juga sebagai upaya menghindari penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), karena saya lihat sapi-sapi yang datang dari Kupang banyak yang terindikasi PMK," ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Ia mengatakan, pengiriman sapi ke Berau tahun ini menurun drastis akibat pasokan yang terbatas.

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distanak Kukar, Muhammad Rifani mengemukakan, pihaknya saat ini terus melakukan pemantauan lapangan guna memastikan hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat dan layak.

"Sekarang kami terus keliling memantau, takutnya ada penyakit yang bisa menyerang hewan kurban. Kalau ditemukan indikasi penyakit, langsung kami tangani," kata Rifani.

Ia menjelaskan, pemeriksaan akan semakin intensif beberapa pekan sebelum Iduladha dengan menyasar pusat-pusat penjualan sapi di berbagai wilayah Kukar.

"Nanti puncaknya beberapa minggu sebelum Lebaran Haji, kami akan turun langsung ke pusat-pusat penjualan sapi untuk memastikan kesehatan hewan dan menjamin hewan tersebut siap dijadikan kurban," ujarnya.

Rifani menambahkan, langkah ini juga merupakan instruksi langsung dari Bupati Kukar sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi penyebaran penyakit hewan, khususnya di tengah musim kemarau.

Sejauh ini, kata Rifani, para peternak lokal dinilai sudah cukup siap menghadapi meningkatnya kebutuhan hewan kurban, meskipun tetap diperlukan pemeriksaan akhir dari tim Distanak untuk memastikan seluruh sapi memenuhi standar kesehatan. (dri)



Pasang Iklan
Top